Hari Quds, Ayatullah Khamenei: Perimbangan Kekuatan Sudah Menguntungkan Palestina

0
413

Teheran, LiputanIslam.com –   Pemimpin  Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa Israel bukanlah negara, melainkan kamp militer teroris anti Palestina, sementara upaya sejumlah negara Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel merupakan pertanda kelemahan rezim Zionis tersebut.

Dalam pidato televisi di Teheran pada peringatan Hari Quds Internasional, Jumat (7/5), saat menyatakan hal tersebut Ayatullah Khamenei juga memastikan bahwa perimbangan kekuatan sekarang di Timteng sudah berubah menguntungkan Dunia Islam manakala pergerakan umat Islam pada poros Quds terus berproses dan berkembang sehingga menjadi mimpi buruk bagi kaum Zionis.

Dia menyoal, “Apakah ada logika yang lebih konyol dan ringkih daripada logika pengadaan Rezim Zionis? Orang-orang Eropa, menurut klaim mereka, telah menzalimi Yahudi di masa Perang Dunia II, dan karena itu Yahudi harus membalas dendam dengan mengusir bangsa di Asia Barat (Timteng) dan melakukan genosida yang mengerikan di negeri itu.”

Dia menjelaskan bahwa Poros Resistensi telah meraih “daya pertahanan dan militer yang mandiri”, mencapai “kemandirian dalam industri senjata-senjata aktif”, sementara kondisi keamanan di Israel “mengalami kekalahan-kekalahan beruntun yang menjadi skandal yang bergaung keras”.

“Musuh, Zionis, kini lebih lemah daripada masa-masa sebelumnya, dan pasukannya yang semula merasa tak terkalahkan sekarang dan setelah mengalami perang di Libanon dan Gaza telah berubah menjadi pasukan yang tak akan pernah merasakan kemenangan,” ujarnya.

Dia juga melanjutkan, “Gerakan keruntuhan Rezim Zionis sudah dimulai dan tak akan pernah berhenti… dan upaya yang dikerahka untuk mempertahankan Israel tidak akan layak.”

Pemimpin Besar Iran menekankan bahwa bendera perjuangan tetap berkibar justru berkat darah suci para syuhada Poros Resistensi, dan bahwa persatuan harus berorientasikan semangat jihad tanpa perlu percaya kepada pihak-pihak musuh.

Dia memastikan bahwa “perimbangan kekuatan sudah berubah pada kondisi yang menguntungkan orang-orang Palestina” sedangkankan upaya yang dikerahkan oleh sejumlah negara untuk normalisasi hubungan dengan Israel justru menyingkap kelemahan rezim Zionis ini.

Dia juga menegaskan, “Hitungan mundur bagi Rezim Zionis serta eskalasi resistensi dan meluasnya kesadaran para pemuda memberi kabar gembira akan hari esok yang cemerlang… Para mujahidin Palestina harus melanjutkan perjuangan mereka yang sah melawan entitas perampas.”

Sebelumnya, pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa Hari Quds Internasional merupakan “Hari besar Allah serta momentum untuk memperlihatkan persatuan dan tekad Muslimin untuk menyelesaikan masalah Palestina dan menjadikan perlawanan terhadap entitas Zionis sebagai prioritas Dunia Islam”. (mm/almayadeen/raialyoum)

Baca juga:

Brigade Quds: Api Intifada Ramadan akan Menjalar hingga Pemukiman Zionis

Merinci Babak Belur Israel, Panglima IRGC Sebut Kubah Besi Israel Cuma Gelembung

DISKUSI: