[Video] Dikabarkan Terbunuh oleh Serangan Israel, Jenderal Iran Muncul di Rekaman Baru

0
202

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Esmail Ghaani muncul dalam sebuah rekaman video baru yang tersiar Selasa (1/9/2020), menyusul tersebarnya rumor bahwa dia terbunuh dalam serangan Israel ke selatan Damaskus, ibu kota Suriah.

Kantor berita Mehr milik Iran melaporkan bahwa Ghaani pada Selasa sore berkunjung ke rumah Hossein Pourjaafari, orang yang menemani Qassem Soleimani dalam peristiwa di mana jenderal legendaris Iran pendahulu Ghaani ini terbunuh oleh serangan udara Amerika Serikat di dekat Bandara Internasional Baghdad pada Januari 2020. Pourjaafari adalah ajudan Soleimani yang juga ikut terbunuh dalam serangan itu.

Dalam kunjungan ke rumah Pourjaafari, Jenderal Ghaani berkata, “Kita berdoa semoga Allah merahmati ruh Sang Syahid dan meninggikan derajatnya, serta memberi kita taufik dalam meneruskan jejaknya.”

Mehr memublikasi video Ghaani berasal dari Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) menyusul beredar laporan-laporan yang menyebutkan bahwa dia terbunuh oleh serangan udara Israel ke selatan Damaskus pada Senin malam (31/8/2020). Berikut tautan videonya:

Disebutkan bahwa  video itu merupakan rekaman baru di mana Ghaani terlihat sedang bersiap menunaikan shalat Maghrib ketika sedang berkunjung ke rumah Pourjaafari.

Mantan Komandan Pasukan Quds IRGC Qassem Soleimani terbunuh bersama wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya, akibat serangan udara AS pada tanggal 3 Januari 2020.

Iran menyebut serangan itu sebagai aksi teror, dan pada dini hari Rabu 8 Januari 2020 IRGC membalas serangan AS itu dengan menghantamkan belasan rudal balistiknya ke dua pangkalan militer AS di Irak, termasuk Lanud Ain Assad yang ditempati oleh sekira 1500 tentara AS.

IRGC pada klaim awalnya menyatakan serangannya itu menewaskan 80 tentara AS dan pada klaim berikutnya seorang petingginya, Brigjen Ali Balali pada 19 Fabruari menyatakan korban tewas tentara AS di Ain Assad mencapai 120 orang.

Di pihak lain, Presiden AS Donald Trump semula mengklaim serangan balasan Iran itu tidak menjatuhkan korban tewas maupun luka, namun belakangan Pentagon beberapa kali mengumumkan pertambahan demi pertambahan jumlah korban cedera, di mana yang terakhir diantaranya, yaitu pada tanggal 10 Februari 2020, menyebutkan jumlah lebih dari 100 orang.

Sejauh ini Iran telah beberapa kali menegaskan bahwa pihaknya masih akan membalas serangan yang menewaskan jenderal legendarisnya itu. (mm/raialyoum/rtarabic)

Baca juga:

Israel Serang Damaskus, Dua Orang Terbunuh

Rezaei: Iran Masih akan Membalas Darah Jenderal Soleimani

DISKUSI: