[Video:] Digempur Pasukan Yaman, Pabrik Minyak Saudi Aramco Jadi Lautan Api

0
1078

Jeddah, LiputanIslam.com –  Ledakan dan kebakaran hebat melanda depot minyak di komplek perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Aramco, di kota Jeddah akibat serangan pasukan Yaman kubu Sanaa, Jumat (25/3).

Media resmi Saudi melaporkan bahwa pasukan Houthi (Ansarullah) yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, telah melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal, sementara di media sosial  beredar video-video kobaran api raksasa dan gumpalan asap hitam membubung dari depot minyak di Jeddah.

Juru bicara militer Sanaa Brigjen Yahya Saree mengaku pihaknya telah menggempur fasilitas Aramco dengan rudal dan menyerang kilang Ras Tanura dan Rabigh dengan drone.

Sarea menambahkan bahwa serangan itu juga menyasar fasilitas-fasilitas vital lain di Riyadh, ibu kota Saudi, serta kota-kota Jizan dan Najran.

Televisi pemerintah Saudi mengakui serangan juga menerjang tangki air di Dhahran dan gardu listrik di sebuah daerah dekat perbatasan Yaman.

TV Al-Hadath melaporkan bahwa 15 tim petugas pemadam kebakaran bekerja untuk memadamkan api di stasiun distribusi produk minyak Aramco dengan kondisi angin yang menyulitkan upaya mereka selama berjam-jam.

Sumber-sumber militer Yaman menyatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang pasukan Yaman masih melanjutkan serangannya ke target-target vital Saudi jika blokade pasukan koalisi pimpinan Saudi terhadap Yaman masih berlanjut.  Pasukan Yaman bertekad untuk menghancurkan fasilitas Aramco di Ras Tanura, Rabigh dan Jeddah.

Sumber-sumber itu mengatakan, “Sanaa telah menetapkan semua fasilitas Aramco sebagai target operasinya, dan menegaskan bahwa serangan akan berlanjut sampai semua itu hancur, kecuali jika blokade Saudi atas Yaman dicabut, dan kapal minyak dilepaskan.”

Sebelumnya, pasukan Yaman mengumumkan pelaksanaan operasi ketiga untuk mendobrak blokade. Yahya Saree, menegaskan, “Sebagai reaksi atas berlanjutnya blokade zalim, kami melancarkan operasi ke-3 pemecahan blokade.”

Pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman Sejak Maret 2015 dengan dalih membela presiden pelarian Mansour Hadi.

Saudi dan sekutunya semula menduga bahwa tentara Yaman dan Ansarullah dapat segera dikalahkan, namun mereka lantas menelan pil pahit ketika melihat pasukan Yaman itu justru semakin kuat dan kini rakyat Yamanpun sedang merayakan resistensi mereka yang telah memasuki tahun kedelapan.  (mm/alalam/aljazeera)

Baca juga:

Sambut 8 Tahun Perang, Rakyat Yaman akan Gelar Rapat Akbar

Tahun ke-8 Perang, Menhan Yaman: Saudi dan UEA akan Mendapat Kejutan lebih Besar

DISKUSI: