[Video]: Aktivis Cantik Palestina Muna Al-Kurd Ditangkap kemudian Segera Dilepas, Siapakah Dia?

0
1835

Quds, LiputanIslam.com –  Aktivis cantik Palestina Muna Al-Kurd dibebaskan beberapa jam setelah ditangkap pada Ahad pagi (6/6) oleh polisi Zionis Israel di rumahnya di kawasan Sheikh Jarrah di kota Quds (Yerussalem).

Muna adalah salah orang yang terkena gelombang aksi penangkapan dan pemanggilan para aktivis Palestina di daerah Silwan dan Sheikh Jarrah, Quds, oleh polisi dan intelijen Israel. Saat itu polisi juga meringkus kakak Muna, Mohammad Al-Kurd, yang menurut beberapa sumber, masih menjalani proses penyidikan.

Ayah dua aktivis ini, Nabil Al-Kurd, menyatakan bahwa penangkapan terhadap keduanya hanya akan menambah tekad keluarga dalam memperjuang haknya di kota Quds.

Telah beredar rekaman video penangkapan Muna di rumahnya oleh sejumlah polisi Israel.  Mahmud Al-Kurd, adik Muna Al-Kurd, menceritakan bahwa sejumlah polisi dan intelijen Israel saat penangkapan itu telah menggedor pintu dengan “keras” sampai pintu dibukakan untuk mereka. Mereka lalu menangkap Muna dan mencari kakaknya, yang kebetulan tidak ada di rumah.

Siapa Muna Al-Kurd?

Muna Al-Kurd dan kakaknya, Mohammad Al-Kurd, adalah dua aktivis Palestina di Quds yang telah banyak tampil memberikan penjelasan kepada publik perkara lingkungan Sheikh Jarrah melalui, baik di media konvensional maupun berbagai media sosial, termasuk  Facebook. Karena itu, mereka lantas menjadi simbol perlawanan warga Palestina di Quds terhadap Israel.

Mereka memberikan penjelasan yang intinya ialah bahwa Israel berupaya meniadakan tanah-tanah Arab Palestina di Quds, namun upaya ini dilakukan secara bertahap agar kejahatan ini tak tercium.

“Kami tak berharap apapun dari pengadilan Israel, kami menganggap pengadilan rezim pendudukan bermaksud mengosongkan tanah-tanah ini dari Arab Palestina. Keberpihakannya kepada komunitas-komunitas Yahudi sudah jelas,” ungkap Muna.

Dia juga mengatakan, “Perkara Sheikh Jarrah adalah perkara bagi semua orang Palestina dan bahkan seluruh Arab. Hari ini Sheikh Jarrah menghadapi pengusiran, dan di lain hari akan ada pengusiran lagi di lingkungan lain.”(mm/alalam)

Baca juga:

Sinwar: Dalam Perang Berikutnya Wajah Timteng akan Berubah

Proyek Normalisasi Tak Berjalan Seperti yang Diinginkan Israel

.

DISKUSI: