[Video:] Perayaan Maulid Terbesar di Dunia, Lautan Manusia Banjiri Lokasi-Lokasi Rapat Akbar di Yaman

0
1780

Sanaa, LiputanIslam.com –   Umat Islam di Yaman menggelar perayaan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw di kota Sanaa dan berbagai kota dan daerah lain negara ini dengan skala yang disebut-sebut terbesar di dunia, Senin (18/10).

Pada kesempatan ini, Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) Abdul Malik Badruddin Al-Houthi menyatakan bahwa gerakannya itu merupakan bagian dari perimbangan yang telah dideklarasikan oleh Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah.

Abdullah Shaaban, anggota Komisi Pencabutan Blokade Bandara Sanaa, menyebut konsentrasi lautan umat sedemikian besar pada perayaan itu di Yaman belum ada taranya di dunia Arab dan Islam.

“Jutaan rakyat Yaman di provinsi-provinsi yang telah dibebaskan dari musuh hari ini berpartisipasi dalam perayaan Maulid Nabi Yang Mulia,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa partisipasi akbar rakyat Yaman dalam perayaan itu membawa pesan bagi umat Islam untuk bersatu melawan kekuatan-kekuatan adidaya imperialis dunia dan Zionis serta menentang rezim-rezim yang “menjual negara mereka dengan harga murah”.

Di Sanaa, ibu kota Yaman, sejak pagi hari lautan massa berbondong-bondong bergerak dari berbagai wilayah Provinsi Sanaa menuju Lapangan Al-Sab’in untuk mengikuti rapat akbar Maulid Nabi saw, dan banyak di antara mereka datang sembari memajang spanduk dan plakad bertulis slogan-slogan keagamaan dan perjuangan.

Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) Abdul Malik Badruddin Al-Houthi dalam pidato yang ditayangkan secara langsung pada perayaan itu menyatakan bahwa gerakannya itu merupakan bagian dari perimbangan yang telah dideklarasikan oleh Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah bahwa “ancaman bahaya terhadap Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) berarti perang regional”.

Dia menyebutkan bahwa bangsa Yaman memperingati Maulid Nabi saw sekaligus dengan membawa sengat perlawanan terhadap “semua upaya keji untuk memisahkan bangsa kami dari Rasul Yang Mulia”.

Al-Houthi menegaskan “keteguhan pada sikap prinsipal atas isu keumatan, terutama keberpihakan kepada bangsa Palestina”.

Mengenai isu dalam negeri, dia menekankan kewajiban “melanjutkan jihad sampai tercabutnya blokade, terhentinya agresi dan pendudukan, dan terselesaikannya berkas-berkas perang”.

“Saya menyerukan kepada bangsa kami yang mulia untuk terus berjuang menghadang agresi AS-Saudi nan bengis… Berusaha mewujudkan kebebasan dan kemerdekaan adalah jihad suci di jalan Allah, dan tak akan pernah tunduk pada tawar menawar,” tegasnya.

Derasnya arus lautan manusia yang datang untuk menghadiri rapat akbar itu membuat panitia terpaksa membuka area sebelum waktu yang ditentukan di berbagai provinsi setelah semua persiapan telah dilakukan secara matang. (mm/alalam/almayadeen)

Baca juga:

Kekuatan Ansarullah Yaman di Ma’rib dan Shabwah kian Meluas

PM Yaman: Normalisasi Negara-negara Arab dengan Israel Tak Bisa Lindungi Mereka

DISKUSI: