Kekuatan Ansarullah Yaman di Ma’rib dan Shabwah kian Meluas

0
329

Sanaa, LiputanIslam.com –   Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) menyatakan pihaknya telah sukses dalam melancarkan operasi militer di Provinsi Ma’rib dan Provinsi Shabwah.

Dikutip RT, Ahad (17/10), juru bicara tentara Yaman kubu Sanaa yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, menyatakan bahwa dalam operasi militer bersandi “Rabi’ al-Nasr” (Musim Semi Kemanangan) pihaknya berhasil memperkuat kendalinya atas distrik-distrik Usailan, Bijan, dan Ain di Provinsi Shabwah serta distrik Al-Obeidah, Huraib dan beberapa bagian dari distrik Al-Joubah dan Gunung Murah di Provinsi Ma’rib.

Saree menjelaskan bahwa wilayah yang telah direbut Ansarullah melalui operasi militer tersebut  sejauh ini telah mencapai 3200 kilometer persegi, dan bahwa korban tewas dan luka serta tawanan dari pihak pasukan lawan mencapai ratusan orang dan banyak senjata dan perlengkapan perang mereka jatuh ke tangan pasukan Ansarullah.

Dia menyerukan kepada pasukan loyalis presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi di kota Ma’rib agar berhenti berperang bersama barisan agresor dan pendudukan, sebagai satu pendahuluan untuk mengatasi kondisi mereka pada periode mendatang.

Hal tersebut dinyataan Yahya Saree menyusul tersiarnya berita-berita pertempuran sengit di distrik Al-Obeidiyah yang telah dikepung oleh Ansarullah dalam beberapa hari terakhir serta pernyataan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mengaku telah melancarkan puluhan serangan udara ke posisi-posisi Ansarullah di sana.

Pasukan koalisi mengklaim bahwa dalam serangan terbaru sebanyak lebih dari 40 kali tak kurang dari 165 petempur Ansarullah terbunuh di Ma’rib.

Ansarullah mengintensifkan operasi militernya sejak Februari lalu untuk sepenuhnya merebut Provinsi Ma’rib yang masih menjadi kubu pertahanan terakhir pasukan Mansour Hadi.

Seperti diketahui, Yaman dilanda perang sejak sekira tujuh tahun silam, yang menyebabkan lebih dari 233,000 orang tewas, dan 80% penduduknya yang berjumlah sekira 30 juta orang bergantung pada bantuan di tengah kondisi kemanusiaan yang terburuk di dunia, menurut laporan PBB.  (mm/rt)

Baca juga:

[Video:] Petugas Saudi Copot Tanda Penjarakan Sosial di Masjidil Haram

PM Yaman: Normalisasi Negara-negara Arab dengan Israel Tak Bisa Lindungi Mereka

DISKUSI: