Video: Pasukan Iran Peringatkan Kapal Perang AS di Teluk Persia

0
2440

Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis video aksi angkatan laut (AL)-nya memperingatkan armada kapal perang AS yang mencoba mendekati perairan teritorial Iran di Teluk Persia.

Dilaporkan bahwa dalam video yang dirilis  pada Ahad (19/4/2020) itu seorang personil Angkatan Laut IRGC memperingatkan kapal-kapal perang AS agar berhenti memeriksa dan menahan kapal-kapal penangkap ikan Iran atau kapal komersial di Teluk Persia dan Laut Oman.

Dia juga memperingatkan mereka bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi sesuai dengan hukum Republik Islam Iran jika mereka mengabaikan pemberitahuan ini.

“Atas nama Tuhan. Ini adalah untuk memberi tahu semua kapal milik AS dan pasukan koalisi yang hadir di Teluk Persia dan Laut Oman. Saya adalah kapal Angkatan Laut IRGC. Dengan ini, diumumkan bahwa penahanan, inspeksi atau pertanyaan terhadap nelayan Iran dan kapal komersial di perairan teritorial dan zona ekonomi milik Republik Islam Iran bertentangan dengan kepentingan dan -hak Republik Islam Iran serta merupakan pelanggaran yang jelas terhadap peraturan internasional , dan terlarang, ” bunyi peringatan personil AL IRGC, seperti dilansir Press TV, Senin (21/4/2020).

“Jelas bahwa mereka yang mengabaikan pemberitahuan maritim ini akan ditindak sesuai dengan hukum Republik Islam Iran. Ganti, ”tambahnya.

Baca: Iran Luncurkan Dua Sistem Radar Mutakhir

Sehari sebelumnya, Angkatan Laut IRGC merilis sebuah video yang memperlihatkan konfrontasi yang terjadi belum lama ini antara pasukannya dan AL AS di Teluk Persia, sembari menyangkal klaim AS bahwa pasukan Iran berperilaku berbahaya ketika berhadapan dengan kapal-kapal AL AS.

Baca: Soal Hadap-Hadapan AL AS dan Iran di Teluk, Pasukan Elit Iran Sebut AS Bercerita ala Hollywood

IRGC menegaskan bahwa sumber utama kerusakan dan ketidakamanan di kawasan itu adalah kehadiran ilegal pasukan teroris AS di Asia Barat (Timteng), dan karena itu IRGC juga kembali menyerukan penarikan penuh semua pasukan AS dari kawasan ini. (mm/presstv)

DISKUSI: