Adakan Konferensi Pers Pertama, Taliban:  Jangan Coba Bangkitkan Permusuhan Antar Etnis

0
1194

Kabul, LiputanIslam.com –  Kelompok militan Taliban mengadakan konferensi pers untuk pertama kalinya sejak berhasil menguasai Afghanistan, Selasa (17/8). Dalam konferensi pers ini Jubir Taliban Zabihullah Mujahid  mengumumkan bahwa perang di Afghanistan telah usai, dan bahwa Taliban memberi amnesti massal kepada semua lawannya.

“Semua orang yang ada kubu penentang telah diberi amnesti, dari alif hingga ya’ (dari A sampai Z). Kami tidak ingin balas dendam,” katanya.

Dia mengkonfirmasi apa yang telah diumumkan Taliban dua hari sebelumnya berupa amnesti umum, jaminan keamanan semua kedutaan besar dan instansi negara, dan penghentian operasi militer di Kabul dan di tempat-tempat lain.

Sebelum konferensi pers ini, Wakil Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradhar tiba di Kandahar, kota kelahiran Taliban, dengan pesawat yang datang dari Doha, Qatar.

Mujahid mengatakan bahwa Taliban dalam waktu dekat akan membentuk pemerintahan. Tanpa memberikan penjelasan mengenai para anggota pemerintahan itu,  dia hanya menyebutkan, “Kami akan menjalin hubungan dengan semua pihak.”

Ditanya mengenai perbedaan antara pemerintahan Taliban sekarang dan dulu,yang terguling 20 tahun silam oleh invasi militer AS dan sekutunya, dia mengatakan, “Jika pertanyaan ini mengacu pada akidah dan keyakinan maka tak ada perbedaan. Tapi jika mengacu pada keahlian, kematangan dan basirah (ketajaman mata batin) maka tak syak lagi ada banyak sisi perbedaan.”

Dia juga mengatakan, “Langkah-langkah sekarang akan berbeda secara positif dengan langkah-langkah di masa lalu.”

Mujahid juga menegaskan bahwa bahwa hak-hak perempuan akan dihormati  sesuai hukum Islam.

“Sikap kami jelas, dan memberi mereka semua hakanya sesuai agama Islam. Kami menghormati mereka dan memberikan semua hak mereka. Wanita memiliki hak dalam pendidikan dan menjalankan pekerjaan administratif apapun di Afghanistan,” terangnya.

Mengenai kekacauan di Kabul, dia mengatakan, “Kami tidak menghendaki kekacauan seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Kami sudah berencana masuk ke Kabul secara damai, tapi akibat kegagalan pemerintah Kabul mengendalikan situasi, beberapa pengacau beraksi dan melakukan huru-hara. Karena itu kami segera memasuki kota.”

Seperti ramai diberitakan, Bandara Kabul diwarnai huru-hara di mana ribuan massa datang berbondong-bondong untuk turut naik ke pesawat militer AS C-17 dengan maksud kabur dari Taliban. Dalam beberapa rekaman video yang beredar luas, terlihat beberapa orang bahkan nekat bertengger di dekat roda pesawat dan terjatuh beberapa saat setelah pesawat lepas landas.

Terkait insiden ini, Jubir Biro Politik Taliban Mohammad Naeed di Doha, Qatar, telah diwawancara oleh saluran TV Mesir seperti dapat dilihat di link berikut ini;

Angkatan Udara AS, Selasa, mengaku telah menemukan potongan tubuh manusia pada bagian lobang roda.

Zabihullah Mujahid meminta masyarakat internasional memperlakukan Taliban secara adil.

“Kami berharap kepada masyarakat internasional untuk memperlakukan kami secara relevan. Kami meminta media tertentu untuk konsisten pada prinsip Islam dan netralitas. Kami menyimak kritikan, dan tak akan pernah membiarkan siapapun menyiarkan hal-hal yang menyalahi nilai-nilai nasionalisme dan membangkitkan pertikaian etnis,” ujarnya.

Menurut BBC, ini merupakan penampakan Zabihullah Mujahid untuk pertama kalinya setelah selama sekian tahun hanya terdengar  suaranya di ujung telefon.  (mm/alalam/raialyoum/bbc/sahara)

Baca juga:

Taliban Klaim Tidak Ada Bahaya Mengancam Nyawa dan Harta Warga

Presiden Iran: Kekalahan AS di Afghanistan, Kesempatan untuk Menghidupkan Perdamaian

DISKUSI: