Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Liputan

Kaum Muda NU dan Islam Nusantara

Published 02/07/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Musyawarah Anak Muda NU
Musyawarah Anak Muda NU

Istilah “Islam Nusantara” akhir-akhir menjadi polemik, dan bahkan dikecam sebagian pihak. Menurut M. Sulton Fatoni (Wasekjen PBNU), Islam Nusantara adalah wajah keislaman yang ada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia di dalamnya; yaitu ajaran Islam yang terimplementasi di tengah masyarakat yang mental dan karakternya dipengaruhi struktur wilayah kepulauan.

Praktik keislaman ini tecermin dalam perilaku sosial budaya Muslim Indonesia yang moderat (tawassuth), menjaga keseimbangan (tawazun), dan toleran (tasamuh). Ketiga sikap ini pijakan masyarakat pesantren untuk mencari solusi problem sosial akibat liberalisme, kapitalisme, sosialisme, termasuk radikalisme agama-agama.

Upaya NU mengaktualisasikan kembali konsep Islam Nusantara bukanlah langkah yang tiba-tiba. NU adalah organisasi yang berbasis sejarah sangat panjang dan memiliki pengaruh besar di tengah kaum Muslim Indonesia. Kelahiran NU merupakan buah pertanda kelahiran perjuangan panjang yang diakui berbagai kalangan eksternal. Makna kelahirannya, menurut KH HM Dachlan (feilladr: 1999: 15), berakar pada perjuangan antikolonial. KH Saifudin Zuhri (A Ghaffar Karim, 1995: 5) mengatakan bahwa dorongan yang melahirkan konsolidasi NU adalah kesadaran bertanggung jawab kepada Islam, umat Islam, dan tanah air. Peneliti Zerman, Manfred Ziemek (1986: 64-65), menyimpulkan bahwa NU mewakili tradisi perlawanan ratusan tahun terhadap kekuasaan kolonial Belanda, dengan kedudukan mandiri, bebas, dan terdesentralisasi pada masyarakat pedesaan yang para kyainya orang-orang paling berpengaruh dan tak diperintah siapapun. Yang dimaksud Manfred adalah tradisi perlawanan terhadap kolonial yang dipimpin oleh para ulama sejak 1500-an, yakni sejak Untung Suropati mengangkat senjata, menyusun barisan, dan mengorganisasi perlawanan terhadap penjajah.

Sesuai dengan kondisi zaman yang selalu naik-turun dan turun-naik, NU perlu melakukan transformasi. NU perlu melakukan revitalisasi-dinamisasi dan kembali merangkul jamaah untuk kemaslahatan bersama-sama membela agama dan bangsa. Berbagai problem kemasyarakatan, kebangsaan, dan dunia global membutuhkan kontribusi, solidaritas, dan kepedulian NU. Dalam konteks strategi inilah, diselenggarakan Musyawarah anak Muda NU 2015 di Pondok Pesantren Mlangi Jatim, bulan Mei lalu. Diharapkan anak muda NU yang tidak terlalu memikul beban sejarah atau limpahan kompleksitas problem internal NU, dapat menyambungkan pemikiran-pemikiran strategi untuk kebangkitan NU.

Musyawarah Kubro Anak Muda NU 2015 membahas 8 tema yang menjadi titik strategi pengembangan NU ke depan, yaitu Strategi Gerakan Kegamaan NU, Strategi Kebudayaan NU, Strategi Gerakan Pendidikan NU, Strategi Gerakan Politik NU, Strategi Gerakan Ekonomi NU, Strategi Gerakan Kesehatan NU, Strategi Gerakan Advokasi Kerakyatan NU (sektoral), dan Strategi Gerakan Media NU.

Melalui Musyawarah Kubro Anak Muda NU ini, diharapkan kesatuan langkah- langkah di antara kaum muda NU di seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan yang ada. Seperti diketahui, pertumbuhan kelompok -kelompok Islam berbasis Wahabisme dengan jubah Salafi, HTI, dan PKS semakin merasuk ke desa-desa dengan membangun pesantren dan jaringan transnasionalnya. Akibatnya, diberbagai tempat terjadi kontestasi dan benturan keras dengan tradisi dan warga NU yang menganut Ahluasunah Wal Jamaah.

Acara sidang pleno pertama yang dibuka di Masjid Jami’ Pathok Negara oleh beberapa Kyai dan salah satu ketua PBNU KH. Imam Aziz, juga dihadiriAlissa Wahid (putri almarhum Gusdur-sekaligus ketua jaringan Gusdurian Nasional), serta tentunya ketua penyelenggara, Kyai Muhammad Mustafied S.Fil. (pengasuh ponpes Mahasiswa ASWAJA Nusantara Mlangi).

Hal menarik yang menjadi rekomendasi musyawarah ini adalah perlunya NU merawat serius pondok pesantren sebagai basis kader dan sumber pembibitan ulama. Termasuk melakukan advokasi terhadap pesantren kecil, dan melakukan affirmative action mendorong santri ber-tafaqquh fid-din. Inilah langkah yang sangat penting untuk menghindarkan kaum muda Indonesia dari paham-paham radikal Salafi-Wahabi yang sangat jauh dari konsep Islam Nusantara, Islam yang rahmatan lil alamin. (AH/LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Filsafat Islam sebagai Way of Thinking, Solusi Menghadapi Problema Sosial di Era Industri 5.0

By Farid
Liputan

Indahnya Merajut Persaudaraan dalam Perbedaan

By Fadel
Liputan

Mencari Keadilan untuk Novel Baswedan

By Fadel
Liputan

Bincang Rumi: Tetap Bersama Meski Berbeda

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account