Teheran,LiputanIslam.com-Menlu Iran menanggapi statemen Emmanuel Macron soal kesiapan Prancis memfasilitasi pertemuan presiden Iran dan AS.

Javad Zarif mengatakan,”Saat melawat ke Biarritz, saya katakan bahwa pertemuan presiden Iran dan Trump tidak bisa dibayangkan, sampai AS kembali ke kelompok 5+1 dan melaksanakan JCPOA. Saat itu pun, tak akan ada pembicaraan antara kedua pihak.”

Baca: Amerika dan Eropa Berbeda Sikap Hadapi Iran di Pertemuan G7

Zarif yang saat ini berada di Tiongkok, menyatakan bahwa pembicaraan pihak Prancis dan AS soal ini adalah urusan mereka. “Saya di Biarritz sudah menegaskan tak akan bertemu pejabat AS.”katanya.

“Kami sudah menegaskan bahwa pemerintahan Trump telah melanggar kesepakatan yang diperoleh melalui perundingan panjang. Hal yang kini perlu dilakukan adalah melaksanakan kesepakatan terdahulu. Untuk saat ini, kami belum melihat tanda-tanda itu dari pemerintah AS,”tandas Zarif.

Saat ditanya soal perundingan di Biarritz dan (sebelum itu) Paris, Zarif menjelaskan, dia berunding soal bagaimana agar JCPOA tetap bisa dipertahankan, dan di saat yang sama, kedua pihak menjalankan komitmennya masing-masing.

“Sayangnya, Eropa masih butuh ‘izin’ dari AS untuk melaksanakan komitmennya. Menurut kami, ini bukan pertanda baik untuk masa depan hubungan internasional. Sangat tidak pantas jika negara-negara merdeka harus meminta izin negara lain untuk melakukan tindakan legal,”pungkasnya. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Rusia: Dukungan Kepada Operasi Militer Suriah di Idlib Tidak Menyalahi Perjanjian dengan Turki

Menlu Bahrain Bela Agresi Israel ke Suriah, Lebanon, dan Irak

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*