Rusia: Dukungan Kepada Operasi Militer Suriah di Idlib Tidak Menyalahi Perjanjian dengan Turki

0
109

Moskow, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa perjuangan tentara Suriah untuk membebaskan wilayahnya dengan dukungan Rusia tidak menyalahi kesepakatan, termasuk Perjanjian Astana dan Perjanjian Sochi, karena kelompok-kelompok teroris tidak tercakup dalam perjanjian.

“Kesepakatan-kesepakatan ini tidak diterapkan pada pelompok-kelompok yang dikategorikan sebagai teroris oleh Dewan Keamanan PBB,” ujar Lavrov dalam konferensi pers di Moskow, Senin (26/8/2019).

Baca: Tentara Suriah Kepung Zona Pantau Pasukan Turki di Selatan Idlib

Dia menambahkan bahwa Rusia dan Turki telah membahas keharusan pembentukan jalur yang bersih dari senjata di kawasan Idlib demi menjamin keamanan warga sipil, dan supaya kelompok-kelompok bersenjata tidak menyerang posisi-posisi militer Suriah serta tentara Rusia di pangkalan Hmeimim.

Lavrov mengingatkan bahwa serangan-serangan yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok teroris melintas di atas pos-pos pemantau pasukan Turki.

Baca: Israel Mengaku Berhasil Gagalkan Operasi IRGC dari Suriah

Dia juga mengimbau media dan masyarakat internasional agar lebih mempercayai realitas dilapangan daripada klaim-klaim kelompok White Helmets (Helm Putih) yang reputasinya sudah dikenal buruk di Suriah.

Pasukan pemerintah Suriah sejak beberapa hari lalu berhasil membebaskan kota strategis Khan Sheikhoun serta melancarkan operasi militer yang memungkinkannya untuk menguasai sisi utara provinsi Hama. (mm/raialyoum)

DISKUSI: