Yaman: Tanker Minyak Masih Ditahan Koalisi Saudi

0
317

Sanaa,LiputanIslam.com– Perusahaan Minyak Yaman membantah statemen Menlu Pemerintahan Mansour Hadi, Ahmad Iwadh bin Mubarak, yang mengklaim bahwa kapal-kapal pemuat minyak telah memasuki Yaman.

Dilansir al-Mayadeen, Perusahaan Minyak Yaman menyatakan bahwa 10 kapal tanker, termasuk sebuah kapal yang memuat gas cair, masih ditahan oleh Koalisi Saudi.

Perusahaan Minyak Yaman mengumumkan, Koalisi Saudi menahan 9 kapal yang memuat bensin dan solar seberat 246, 855 ton sejak 4 bulan lalu hingga sekarang. Padahal Delegasi Verifikasi dan Inspeksi PBB di Djibouti (UNVIM) telah memeriksa kapal-kapal itu. UNVIM juga mengumumkan PBB telah mengizinkan kapal-kapal itu masuk ke pelabuhan Hudaydah.

Dalam statemen itu disebutkan, penahanan kapal melanggar kesepakatan internasional HAM, aturan konflik bersenjata, dan semua protokol lainnya. Tindakan ini juga mengabaikan tujuan Perjanjian Swedia, yaitu memenuhi kebutuhan rakyat Yaman dengan mempermudah masuknya barang-barang pokok dan bantuan kemanusiaan ke pelabuhan Hudaydah.

Perusahaan Yaman juga mengkritik PBB yang hanya bisa bicara soal memudahkan masuknya barang-barang pokok ke Yaman. PBB dituding masih bersikap pasif dan tidak netral.

CEO Perusahaan Minyak Yaman, Ammar Saleh al-Adhraee mencuit, semua kapal ini telah ditahan selama 6 bulan di pesisir Jizan, kendati memiliki surat izin dari PBB.

Cuitan al-Adhraee ini sebagai respons terhadap klaim Ahmad Iwadh. Menlu Pemerintahan Hadi ini mengaku, pihaknya telah mengizinkan sejumlah kapal pemuat komoditas minyak untuk memasuki pelabuhan Hudaydah. (af/fars)

Baca Juga:

Kemenlu Suriah Kecam Laporan OPCW Soal ‘Serangan Kimia’ di Saraqib

Mantan Serdadu Saudi Gugur di Pihak Yaman

DISKUSI: