Venezuela Tidak akan Menerima Ajakan AS Musuhi Rusia

0
68

Caracas, LiputanIslam.com- Pemerintah Venezuela dibujuk oleh AS di tengah krisis Ukraina, untuk meningkatkan produksi minyak dan ikut bergabung menentang Rusia

Namun Presiden Nicolas Maduro tetap bersiteguh berada di sisi sekutu tradisionalnya dan tidak menyamakan antara perdagangan minyak dengan sikap politik.

Rai al-Youm memberitakan bahwa Venezeula serta negara-negara Amerika lainnya kaget dengan kebijakan Washington terhadap Caracas. Dengan dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina, Otoritas AS, mulai dari Gedung Putih hingga Kemenlu, melakukan pertemuan dengan Otoritas Venezuela.

Rai al-Youm menambahkan bahwa menurut koran-koran Venezuela, AS menjustifikasi perbedaan sikap ini dengan menyatakan, visi Pemerintahan Joe Biden tidak sama dengan visi Pemerintahan Donald Trump, yang pernah mengancam berperang dengan Venezuela dan mempunyai niatan menyingkirkan Maduro dari kekuasaan.

Karena AS merupakan pasar utama Venezuela sebelum adanya sanksi, Caracas ingin mendapatkan jatah penjualan minyaknya di pasar Paman Sam.

Rai al-Youm juga melaporkan, “Setelah minyak Venezuela terkena embargo, perusahaan-perusahaan AS meningkatkan impor minyak mereka dari Rusia. Sekarang Venezuela menegaskan, penambahan jatah minyaknya akan dilakukan dengan koordinasi OPEC dan tanpa menghiraukan tuntutan-tuntutan AS.”

Meskipun Caracas menjalin kontak dengan Washington, Venezuela yakin terhadap sikapnya tentang operasi militer Rusia di Ukraina. Sikap itu dideklarasikan dalam berbagai statemen dan pertemuan. “Rusia memiliki hak untuk melindungi keamanannya di hadapan ekspansi NATO,”tegas Presiden Maduro saat berbincang di telepon dengan Vladimir Putin.

Venezuela memilih abstain dalam rapat Sidang Umum PBB yang merilis resolusi kecaman terhadap Rusia. Caracas bersama sejumlah negara Amerika Latin, seperti Kuba, Nikaragua, El Salvador, dan Bolivia, menyuarakan dukungan yang sama kepada operasi militer Rusia di Ukraina. (af/fars)

Baca Juga:

Rusia Puncaki Daftar Negara dengan Sanksi Terbanyak

Setelah Terbongkarnya Biolab AS di Ukraina, Apa Kabar Namru di Indonesia?

 

.

DISKUSI: