Uni Eropa Desak Israel Hentikan Penangkapan Administratif

0
182

Gaza,LiputanIslam.com-Kantor Uni Eropa di Palestina mendesak Rezim Zionis untuk menghentikan penangkapan administratif (penangkapan tanpa pengadilan).

Israel untuk kali keempat memperpanjang penahanan Amal Muammar Nakhlah (17 tahun) hingga 18 Mei 2022.

Menanggapi keputusan ini, Kantor Uni Eropa melalui akun Twitter-nya menulis,”Amal ditahan sejak Januari 2021. Hingga kini ia masih berada di penjara tanpa dakwaan apa pun.”

Rezim Zionis memberlakukan sebuah hukum lama Inggris. Berdasarkan hukum ini, Israel menahan warga Palestina tanpa pengadilan hingga 3 atau 6 bulan, yang bisa diperpanjang.

Kantor Uni Eropa juga menyatakan, Amal memiliki penyakit autoimun parah, yang akan membahayakannya jika dia masih berada di penjara. Berdasarkan hukum internasional, anak-anak dan remaja harus mendapat dukungan. Penahanan administratif tanpa dakwaan harus dihentikan.

Kantor berita Reuters mengutip dari ayah Amal, Muammar Arabi, yang berkata,”Bahaya apa yang bisa ditimbulkan anak saya yang sakit kepada Israel?”

Ketua Klub Tawanan Palestina, Qadurah Fars juga mendesak organisasi-organisasi internasional untuk campur tangan langsung demi menghentikan penahanan administratif warga Palestina oleh Rezim Zionis.

Fars menyatakan, perpanjangan penahanan administratif seorang remaja yang sedang sakit untuk kali keempat secara beruntun menunjukkan bahwa “Israel sakit.”

Data yang dimiliki Klub Tahanan Palestina menunjukkan bahwa 500 tahanan administratif berada di penjara-penjara Israel. (af/alalam)

Baca Juga:

Resistansi Palestina Ultimatum Israel soal Rekonstruksi Gaza

Aktris Ternama Inggris Dukung Palestina, Israel Kebakaran Jenggot

DISKUSI: