Ulyanov Optimis Soal Kemajuan Perundingan dan Pencabutan Sanksi Iran

0
293

Teheran,LiputanIslam.com-Wakil Rusia di perundingan Wina via cuitannya mengutarakan optimismenya terkait kemajuan dalam perundingan mendatang.

“Kami menyaksikan kemajuan-kemajuan yang sangaat positif. Beberapa waktu lalu, sebagian negara-negara ini menentang JCPOA dan menyambut baik keluarnya AS dari kesepakatan ini. Namun kini mereka sudah bisa mengambil pelajaran dan memperbarui sikap setelah melalui sejumlah pengalaman. Ini patut dihormati,”cuit Mikhail Ulyanov pada Rabu malam (17/11).

Ulyanov mengunggah cuitan ini sebagai balasan untuk tweet Kemenlu AS terkait pertemuan satgasnya yang membahas Iran di Riyadh dan statemen akhir pertemuan tersebut.

Dalam statemen bersama tersebut, AS dan negara-negara anggota GCC menyatakan bahwa hubungan ekonomi dengan Iran usai pencabutan sanksi-sanksi JCPOA akan menguntungkan Kawasan.

Beberapa waktu lalu, Ulyanov menyatakan bahwa pencabutan sanksi di tahap awal adalah tuntutan wajar Teheran. Menurutnya, lumrah jika di awal perundingan Iran akan mendesak agar sanksi-sanksinya dicabut.

Pada akhir Oktober lalu, Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa dipulihkannya kesepakatan nuklir (JCPOA) ke bentuk orisinalnya tanpa perubahan apa pun adalah jalan tunggal untuk menghidupkannya.

“Jika kontak-kontak diaktifkan kembali, ini berarti kecenderungan pihak-pihak untuk memulai kembali kesepakatan. Kesepakatan mesti dihidupkan ke bentuk orisinalnya, yang telah didukung Dewan Keamanan PBB di tahun 2015,” kata Lavrov di sela-sela pertemuan G-20 di Roma.

Ia menegaskan, segala bentuk perubahan dalam bentuk orisinal JCPOA tidak akan diterima pihak Iran, dan sikap ini didukung sepenuhnya oleh Rusia.

“Jika sesuatu telah disepakati dan setelah itu ada pihak yang mundur, mesti ditekankan untuk kembali ke kesepakatan secara terhormat dan melaksanakan apa yang telah disepakati,” imbuh Lavrov. (af/fars)

Baca Juga:

National Interest: AL AS Tak Bisa Remehkan AL Iran

Iran di PBB: AS dan Eropalah yang Tak Mematuhi JCPOA

DISKUSI: