Trump Tuding CNN dan MSNBC Sebagai Provokator Unjuk Rasa

0
131

Washington,LiputanIslam.com-Dilansir Fars, berlanjutnya gelombang unjuk rasa antirasisme di AS membuat Donald Trump gusar. Dalam rangkaian tweet terbarunya, dia menuduh stasiun televisi CNN dan MSNBC berusaha memprovokasi para pengunjuk rasa.

Pada hari Sabtu waktu setempat, puluhan ribu warga AS bergabung dalam demo yang memprotes kebrutalan Polisi AS atas George Floyd. Unjuk rasa dengan massa terbanyak berlangsung di Washington, D.C.

“Jumlah massa yang datang ke Washington jauh lebih sedikit dari yang diprediksi. Garda Nasional, Secret Service, dan Polisi Washington telah melakukan pekerjaan luar biasa. Terima kasih kepada kalian,”cuit Trump.

Menurut laporan Russia Today dan media-media Barat, unjuk rasa di kebanyakan kota AS berlangsung dengan tenang dan damai.

Ribuan pengunjuk rasa Washington berkumpul di Lincoln Memorial, salah satu bangunan terkenal di Ibu Kota AS. Mereka lalu melintasi Pennsylvania Avenue menuju ke arah Gedung Putih. Namun mereka tidak bisa bergerak lebih maju, lantaran adanya pagar-pagar dipasang baru-baru ini di sekitar Lafayette Square.

Dalam cuitan lain, Trump menuding CNN dan MSNBC telah memprovokasi dan menyulut unjuk rasa di AS. Dia mengubah MSNBC menjadi “MSDNC” dan menuduh stasiun televisi itu memihak Komite Nasional Partai Demokrat. DNC adalah huruf-huruf awal dari Democratic National Committee.

“CNN dan MSDNC melakukan segalanya untuk menyulut emosi massa. Untungnya audiens mereka sangat sedikit,”cuitnya.

Di lain pihak, New York Times mengutip dari orang-orang dekat George W. Bush, bahwa Presiden AS ke-43 ini tidak akan memberikan suara kepada Trump, meski sama-sama berasal dari Partai Republik.

Majalah Washington Examiner melaporkan, Trump tak memiliki hubungan baik dengan keluarga Bush. Pada Pilpres AS 2016 lalu, Bush dan istrinya tidak memilih Trump. Usai terpilihnya Trump sebagai Kandidat Presiden dari Republik, Bush dan ayahnya tidak turut mendukungnya. Mereka memilih tidak hadir dalam Konvensi Nasional Republik.

Adik George, Jeb Bush, pada tahun 2016 sempat bertarung untuk menjadi kandidat dari Republik. Namun serangan bertubi-tubi Trump telah menghentikan kampanye Jeb Bush. Belum diketahui siapa yang akan dipilih Jeb dalam Pilpres AS mendatang. (af/fars)

Baca Juga:

CNN Laporkan 6 Indeks Diskriminasi Rasial antara Warga Kulit Putih dan Hitam AS

Dinilai Tak Becus. Sebuah Harian Lokal Minta Trump Mengundurkan Diri

DISKUSI: