Trump Remehkan Penyebaran Corona di AS

0
166

Washington,LiputanIslam.com-Presiden AS dalam jumpa pers Rabu (26/2) berupaya mengesankan penyebaran virus Covid-19 di negaranya sebagai hal enteng.

“Bahaya (wabah Corona) ini sangat minim bagi rakyat AS. Kita telah meraih keberhasilan besar dalam hal ini; keberhasilan besar yang lebih dari yang bisa dibayangkan orang-orang. Di saat yang sama, kalian bisa melihat penyebarannya di sejumlah negara. Italia dan negara-negara lain kerepotan (untuk menanganinya),”kata Donald Trump, seperti dilansir Guardian.

Trump mengaku telah berbincang dengan Xi Jinping (presiden Tiongkok). Dia menyebut presiden Tiongkok “berupaya keras” mengendalikan virus Corona di negaranya. Dalam dua hari terakhir, kasus penularan virus ini di Negeri Tirai Bambu telah menurun.

Menurut Trump, tiap tahun 25 hingga 26 ribu orang di dunia meninggal karena influenza. Angka ini lebih jauh lebih besar angka kematian lantaran Corona.

“Hingga kini, kita memiliki 15 kasus Corona yang kondisi mereka mulai pulih. Salah satu dari mereka sangat sakit, namun kami berharap ia segera sembuh. Namun kondisi yang lain baik-baik saja,”kata Trump.

Presiden AS mengklaim bahwa negaranya “sangat siap” untuk menghadapi virus Corona. Trump memperkenalkan Mike Pence (wapres AS) sebagai penanggung jawab untuk menangani penyebaran wabah ini.

Meski Trump berupaya menganggap enteng bahaya penyebaran Corona, namun fakta di lapangan menyebutkan bahwa cukup banyak warga AS yang terjangkit virus ini.

Kementerian Kesehatan AS pada hari Rabu kemarin mengumumkan, jumlah penderita Corona mencapai angka 60 orang.

Menurut laporan Guardian, baru-baru ini seorang pramugari pesawat dari Seoul ke Los Angeles telah terdeteksi mengidap Corona, yang bisa menjadi alarm tanda bahaya.

Sebelum ini, pemerintahan Trump menuding banyak negara lain menyembunyikan informasi terkait data asli penderita Corona. Sebelum virus ini menjalar ke AS, Washington berkali-kali mengaku khawatir akan bahayanya.

Para politisi dari Demokrat dan Republik juga mengkritik pemerintahan Trump atas kebijakannya untuk mencegah penyebaran Corona. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Mabuk Saat Mengemudi, Dua Diplomat Saudi Diusir dari Inggris

Wakil Menkes Iran Terjangkit Corona, Namun Tetap Janjikan Kemenangan

DISKUSI: