Trump Pecat Staf Gedung Putih yang Bersaksi Melawannya

0
98

Washington,LiputanIslam.comCNN melaporkan, usai Donald Trump lolos dari pemakzulan di Senat, dia memecat Alexander Vindman dari posisi penasihat senior Dewan Keamanan Nasional AS, Jumat (7/2).

Dalam kasus interpelasi Trump di DPR AS, Vindman hadir sebagai saksi. Dia menjawab pertanyaan DPR dan memberikan kesaksian yang memberatkan Trump.

Sebelum ini, berdasarkan laporan yang dikutip Reuters dari salah satu sumber terpercaya, Trump setelah bebas dari pemakzulan berniat mengubah susunan kabinetnya, termasuk mengganti kepala staf Gedung Putih. Pemecatan Vindman adalah bagian dari perubahan kabinet tersebut.

Menurut Reuters, perubahan ini adalah bagian dari perubahan besar-besaran di Dewan Keamanan Nasional AS. Penyebab utama perubahan ini adalah tiadanya loyalitas kepada Trump.

Trump sendiri di hadapan para wartawan mengaku, dia gusar karena Vindman bersaksi melawannya.

CNN mengabarkan sebelum ini, Trump berencana menjadikan orang lain sebagai pengganti Mick Mulvaney (kepala staf Gedung Putih). Mulvaney merupakan salah satu figur penting dalam investigasi terkait interpelasi Trump. Namun kemarin Trump mengaku tidak berniat melakukannya.

Meski Trump sudah lolos dari pemakzulan, Nancy Pelosi (ketua DPR AS) menyatakan, nama Trump akan tercatat selamanya dalam sejarah AS sebagai presiden yang pernah diinterpelasi karena membahayakan keamanan nasional. (af/alalam)

Baca Juga:

Keteteran, Saudi Pinjam Rudal Patriot dari Yunani untuk Menangkis Rudal Yaman

Trump Klaim AS Bunuh Pemimpin Al-Qaeda di Semenanjung Arab

 

DISKUSI: