Keteteran, Saudi Pinjam Rudal Patriot dari Yunani untuk Menangkis Rudal Yaman

0
220

Athena, LiputanIslam.com –  Pemerintah Yunani mengumumkan akan mengirim rudal pertahanan Patriot ke Arab Saudi untuk membantu negara kerajaan ini melindungi instalasi minyaknya.

Pengumuman yang dinyatakan pada Selasa lalu itu dinilai oleh Rai al-Youm, Jumat (7/2/2020), sebagai suatu perkembangan yang sangat signifikan karena menunjukkan betapa Saudi telah kehilangan banyak rudalnya dalam menghadapi rudal-rudal pasukan Ansarullah Yaman (Houthi).

Dalam pengumuman itu juru bicara pemerintah Yunani, Stelios Petsas, menyatakan pihaknya akan mengerahkan rudal dengan biaya Arab Saudi untuk melindungi sektor energi, instalasi dan infrastruktur Saudi.

Petsas menjelaskan bahwa 130 personel Yunani akan menyertai pengerahan sistem pertahanan, yang disebutnya  “bukan merupakan ancaman bagi negara-negara lain di kawasan itu”.

Petsas mengatakan bahwa pembicaraan untuk pengerahan sistem pertahanan udara ini dimulai pada Oktober tahun lalu sebagai bagian dari inisiatif bersama dengan AS, Prancis, dan Inggris.

Partai-partai oposisi Yunani mengutuk keputusan itu dan menyebutnya “petualangan” berbahaya.

Anggota Parlemen Eropa Dimitris Papadimoulis pada Januari lalu di Twitter menyebutkan bahwa keputusan itu “akan menjadi kehadiran militer Yunani di luar Mediterania untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.”

Arab Saudi adalah negara pertama yang menggunakan baterai sistem pertahanan udara Patriot NATO karena Patriot yang dimiliki Yunani selain digunakan untuk pertahanan Yunani sendiri juga untuk melayani kepentingan NATO.

Menariknya lagi ialah bahwa Arab Saudi yang memiliki arsenal besar Patriot yang dibelinya dari AS ternyata malah akan meminjam sistem itu dari Yunani dengan seizin Washington untuk mendapatkan jumlah yang lebih banyak.

Hal ini, menurut Rai al-Youm, menunjukkan bahwa AS  tidak dapat menyediakan baterai Patriot dalam jumlah yang memadai untuk tentara Saudi dalam menghadapi serangan Ansarullah dan ancaman Iran.

Baca: Saudi Berminat Membeli Rudal Spike Buatan Israel

Pada satu setengah tahun lalu, Pentagon menarik baterai Patriot dari Kuwait, Yordania, dan Bahrain dan menempatkannya di kawasan lain untuk melawan ancaman Rusia dan Cina. Beberapa baterai di antaranya diduga ditempatkan di Arab Saudi setelah instalasi minyak Saudi menjadi target serangan rudal Yaman.

Pelibatan Patriot Yunani juga memperlihatkan kemungkinan bahwa Arab Saudi sudah mengerahkan sebagian besar baterai Patriotnya dalam menghadapi rudal Houthi, tapi ternyata tidak cukup memadai, dan ini menunjukkan bahwa Saudi mengalokasikan 2-5 rudal Patriot untuk melawan satu rudal balistik Ansarullah Yaman.

Baca: Ansarullah: Kemenangan di Nahom Bukti Baru Rakyat Yaman Sanggup Melawan Agresi

Mesir adalah satu di antara sejumlah kecil negara yang memperoleh rudal Patriot. Riyadh bisa jadi sempat melobi Kairo untuk pelibatan Patriot Mesir , tetapi Kairo menolaknya dengan maksud tetap menahan diri dari keterlibatan dalam perang Yaman, meskipun selama ini memperoleh dukungan keuangan yang signifikan dari UEA dan Arab Saudi. (mm/raialyoum/mem)

DISKUSI: