Zarif: Sanksi AS Terhadap Iran di Tengah Pandemi Covid-19 Menjurus kepada Bencana Kemanusiaan

0
350

Teheran, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa “terorisme medis” AS terhadap Iran melalui pemberian sanksi terberat mengarah pada “bencana kemanusiaan” karena membuat warga Iran “tak mungkin”  dapat mengakses ke obat-obatan penting di tengah pandemi Covid-19.

“Pemblokiran ilegal sumber daya keuangan Iran oleh sanksi AS tidak memungkinkan akses ke obat-obatan dan peralatan medis,” tulis Mohammad Javad Zarif, dalam sebuah op-ed berjudul “Fight the virus, not us” (Perangilah Virus, Bukan Kami), yang diterbitkan oleh surat kabar bisnis Rusia Kommersant, Senin (30/3/2020).

Dia memperingatkan, “Ini mengarah kepada bencana kemanusiaan.”

Zarif menjelaskan, “Sanksi anti-Iran juga melarang pengadaan obat-obatan dan peralatan medis oleh pemerintah Iran. Pembatasan di sektor perbankan dan keuangan yang dikenakan terhadap Iran membahayakan impor kemanusiaan. Karena ancaman Amerika, pembuat peralatan medis Eropa tidak berdagang dengan Iran dan tidak menjual barang medis kepada kami. ”

Dia menambahkan, “Sudah saatnya sekarang komunitas global harus memainkan peran nyata untuk membuat suara kerasnya didengar. Masyarakat dunia harus sadar dan membantu Iran untuk menghentikan terorisme ekonomi, medis dan obat-obatan (oleh AS).”

Baca: Zarif Desak Pemerintah AS Bebaskan Warga Iran Di Tengah Masifnya Penyebaran Covid-19

Menurutnya, meskipun Teheran memiliki sistem perawatan yang “kuat” Teheran, namun sanksi berat Washington menghancurkan keuangannya.

” Iran adalah negara yang memiliki cadangan fosil yang kaya, termasuk minyak dan gas, namun akibat sanksi yang diberlakukan AS Iran tidak memiliki sumber pendanaan yang diperlukan untuk memberikan bantuan kepada para penderita virus Corona,” tulis Zarif.

Alih-alih mencabut sanksi terhadap Iran, AS malah memperketatnya dalam beberapa pekan terakhir, sehingga hampir tidak mungkin bagi negara Republik Islam itu mengakses obat-obatan dan peralatan medis.

Baca: Iran Akan Tingkatkan Daya Ledak dan Kecepatan Rudalnya

Teheran mengatakan sanksi sepihak AS itu serius menghambat perjuangan Iran melawan pandemi.

Sejauh ini Covid-19 di Iran telah merenggut 2.757 nyawa, menginfeksi 41.495 orang lainnya, dan sebanyak 13.911 orang dinyatakan sembuh. (mm/presstv)

DISKUSI: