Zarif: Jangan Harap Isu Rudal dan Regional Jadi Bagian dari Perjanjian Nuklir Iran

0
86

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa masalah persenjataan rudal serta isu regional Teluk Persia dan sekitarnya tidak akan pernah menjadi bagian dari perjanjian nuklir Iran.

“Dalam perjanjian nuklir kami telah menerima kelanjutan embargo senjata terhadap Iran selama lima tahun, dan embargo rudal 10 tahun. Sekarang bukan saatnya yang relevan untuk meminta negosiasi mengenai peran regional Iran. Amerika, Prancis, dan negara-negara Barat lainlah yang mematik api di kawasan ini, dan mengubahnya menjadi gudang amunisi… Yang penting sekarang ialah semua pihak harus kembali kepada perjanjian nuklir,” ungkap Zarif dalam sebuah pernyataanya, Rabu (20/1).

Mengenai presiden baru AS Joe Biden, Zarif mengatakan, “Biden berkewajiban mencabut sanksi, dan jika demikian maka Teheran akan kembali kepada perjanjian nuklir. Bola ada di lapangan AS, pemerintah baru AS harus menerapkan komitmennya, dan tidak menghasud siapapun.”

Javad Zarif menekankan bahwa Teheran “tidak terburu” untuk kembalinya Washington kepada perjanjian nuklir, tapi konsisten kepada janji-janji Iran.

“Pemerintahan Biden harus memetik pelajaran dari tahun-tahun Trump yang telah berlalu, dan Biden harus memilih menempuh kebijakan Trump yang gagal, atau mengikuti jalan lain.”

Menteri Luar Negeri Iran juga menepis isu bahwa wakilnya, Abbas Araghchi, telah mengadakan komunikasi dan pembicaraan dengan pemerintahan baru AS.

“Kembalinya Washington kepada perjanjian nuklir tidak memerlukan negosiasi baru,” lanjutnya.

Mengenai negara-negara Eropa dia mengatakan bahwa mereka telah gagal melakukan tindakan yang bahkan “paling sederhana” untuk mempertahankan perjanjian nuklir sehingga mekanisme keuangan INSTEX yang dijanjikan oleh Eropa untuk mengatasi dampai sanksi AS terhadap Iran menjadi tak berfungsi. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Rouhani Bersyukur atas Ketersingkiran “Teroris Bodoh” Donald Trump dari Gedung Putih

Kandidat Menlu AS Ungkap Perkembangan Nuklir Iran

DISKUSI: