Rouhani Bersyukur atas Ketersingkiran “Teroris Bodoh” Donald Trump dari Gedung Putih

0
177

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut Donald Trump sebagai “teroris bodoh”, dan bersyukur atas ketersingkirannya dari Gedung Putih menjelang peringatan kejayaan revolusi Islam Iran.

“Kita harus bersyukur kepada Allah bahwa pada tahun 1399 Hijriah (1979 Masehi) telah berakhir era tiran dan thaghut (Syah Pahlevi), dan hari ini pada tahun 1399 Hijriah Syamsiah (kalender nasional Iran) segera berakhir pula era dan pemerintahan seorang thaghut (Trump) yang tak mendatangkan apapun untuk rakyatnya maupun dunia selama empat tahun pemerintahannya kecuali kezaliman dan kerusakan,” ungkap Rouhani dalam rapat kabinet di Teheran, Rabu (20/1), beberapa jam menjelang kepergian Trump dari Gedung Putih untuk digantikan oleh Joe Biden sebagai presiden AS.

Rouhani menyebutkan bahwa Trump telah menyebabkan polarisasi masyarakat AS hingga Washington pada hari berakhirnya pemerintahan Trump berubah menjadi “barak militer” akibat “kecorobohan dan kesewenang-wenangan”-nya.

Menyinggung keterbunuhan jenderal terkemuka Iran Qassem Soleimani akibat instruksi Trump, Rouhani mengatakan, “Kita belum pernah melihat di AS ada presiden blak-blakan mengakui pembunuhan terhadap seorang komandan militer besar sebuah negara yang menjadi tamu bagi negara lain, namun Trump telah mengumumkan secara resmi pengeluaran instruksi pembunuhan. Sungguh kita telah melihat seorang teroris bodoh dalam sejarah, dan (karenanya) tercatat terorisme negara di Gedung Putih.”

Lebih lanjut Rouhani berharap kepada Biden selaku presiden baru AS dapat mematuhi hukum internasional dan membersihkan segala noda yang ditinggalkan Trump, antara lain berkenaan dengan perjanjian nuklir Iran.

“Jika mereka (AS) kembali kepada undang-undang maka respon kami juga akan positif. Jika mereka menunjukkan iktikad baik mereka dalam menerapkan undang-undang dan keputusan yang mereka suarakan sendiri, dan mematuhi apa yang telah mereka tandatangani sendiri, maka kamipun akan memenuhi komitmen kami,” ujarnya.

Presiden Iran juga menekankan bahwa tekanan maksimum ekonomi AS terhadap Iran telah “gagal 100%” karena meskipun memang memberatkan  Iran namun bangsa negara ini tetap solid melawan dan pantang menyerah, selain juga ada berbagai negara dunia yang enggan menuruti kemauan AS agar turut memusuhi Iran, seperti terlihat antara lain dari kegagalan AS memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran. (mm/alalam)

Baca juga:

Kandidat Menlu AS Ungkap Perkembangan Nuklir Iran

Menjelang Pelantikan Biden, Washington Menjadi Kota Hantu

 

DISKUSI: