Kandidat Menlu AS Ungkap Perkembangan Nuklir Iran

0
249

Washington, LiputanIslam.com –  Antony Blinken, kandidat menteri luar negeri pemerintahan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden, mengklaim bahwa jangka waktu yang dibutuhkan Iran untuk membuat material fisil bagi satu bom nuklir telah berkurang menjadi 3-4 bulan setelah semula lebih dari satu tahun sesuai perjanjian nuklir JCPOA.

“Jangka waktu yang akan dihabiskan Iran untuk produksi material fisil yang cukup untuk membuat satu senjata telah berkurang dari satu tahun sesuai JCPOA menjadi setidaknya tiga atau empat bulan sesuai laporan yang telah diumumkan,” ungkap Blinken, Selasa (19/1).

Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action /JCPOA) adalah nama perjanjian nuklir Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia, termasuk Amerika Serikat (AS) di era kepresidenan Barack Obama, pada tahun 2015, namun Presiden AS berikutnya, Donald Trump, melakukan tindakan sepihak dan sewenang-wenang dengan menarik negaranya dari perjanjian itu pada tahun 2018 sebelum kemudian menerapkan kembali sanksi-sanksi AS terhadap Iran.

Blinken mengatakan bahwa selanjutnya AS akan bekerjasama dengan negara-negara sekutunya terkait dengan Iran untuk mencapai “perjanjian yang lebih berjangka panjang dan kuat”.

Dia menyebutkan bahwa perjanjian yang dia maksud itu akan mencakup urusan senjata nuklir serta berbagai kekhawatiran lain, termasuk menyangkut kemampuan rudal Iran serta stabilitas regional.

Di pihak lain, para pejabat Iran sudah berulangkali menegaskan tidak akan pernah ada perjanjian nuklir lagi, dan bahwa siapapun tak boleh melancangi urusan alutsista Iran.

Belakangan ini pihak Biden mengaku telah memulai kontak dengan Iran, namun pemerintah Iran membantahnya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Pihak Presiden Terpilih AS Beritahu Israel Dimulai Komunikasi dengan Iran Soal Perjanjian Nuklir

Angkatan Darat Iran Memulai Latihan Perang di Pesisir Laut Oman

 

 

DISKUSI: