Zarif: Iran Tak Butuh Derma AS dalam Perang Melawan COVID-19

0
365

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa yang dibutuhkan oleh Iran bukanlah derma dari Presiden AS Donald Trump dalam perang melawan pandemi virus corona (COVID-19), melainkan kesediaan AS berhenti menghalangi penjualan minyak dan transaksi perbankan Teheran.

Hal itu dinyatakan Zarif di Twitter Selasa (7/4/2020), sebagai tanggapan atas pengakuan Trump belum lama ini bahwa AS siap membantu Iran mengatasi wabah COVID-19 jika diminta.

Saat dicecar oleh wartawan awal pekan ini mengenai kemungkinan meringankan sanksi keras terhadap negara Iran, Trump mengatakan, “Saya memiliki tanggung jawab moral untuk membantu mereka jika mereka meminta. Jika mereka membutuhkan bantuan, saya pasti akan mempertimbangkan hal-hal yang berbeda. “.

Zarif di Twitter menolak isyarat tawaran bantuan Trump itu dengan mencuit, “Apa yang kami inginkan adalah dia  (Trump) BERHENTI mencegah Iran dari menjual minyak  dan produk lainnya, membeli kebutuhannya, dan melakukan serta menerima pembayaran.”

Pernyataan menteri luar negeri Iran itu berkenaan dengan sanksi berat yang diterapkan pemerintahan Trump terhadap ekonomi Iran, terutama yang menyasar penjualan minyak dan sektor perbankan.

Zarif juga memosting beberapa foto terkait dengan prestasi Iran di berbagai sektor, termasuk perawatan kesehatan, dan menekankan bahwa Republik Islam adalah negara kaya sumber daya manusia dan alam.

Baca: 30-an Negara Bantu Iran Perangi COVID-19

“Kami tidak membutuhkan amal dari @realDonaldTrump,  yang terpaksa membeli ventilator dari sumber yang dia kenai sanksi,” imbuh Zarif.

Trump menawarkan bantuan kepada Iran di saat rumah sakit AS sendiri kewalahan dalam beberapa pekan terakhir akibat membludaknya jumlah pasien ketika negara arogan ini mencatat jumlah kasus infeksi tertinggi di dunia.

AS awal pekan ini bahkan terpaksa mendapatkan ventilator dari perusahaan Rusia yang dikenai sanksi AS.

Baca: Tetap Dikenai Sanksi “Anti-Kemanusiaan” AS, Iran Pacu Produksi Dalam Negeri untuk Lawan COVID-19

Iran yang merupakan negara terparah dilanda COVID-19 di Timur Tengah sejauh ini telah melakukan apa yang terbaik untuk mengatasi penyakit pernafasan ini meskipun mengalami kesulitan akibat sanksi AS. (mm/presstv)

DISKUSI: