30-an Negara Bantu Iran Perangi COVID-19

0
813

Teheran, LiputanIslam.com –   Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan lebih dari 30 negara serta sejumlah organisasi internasional telah memberikan bantuan kepada negara republik Islam ini dalam perjuangannya melawan pandemi COVID-19.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, dalam konferensi pers yang diadakan melalui tautan video di Teheran, Senin (6/4/2020), saat menyebutkan hal tersebut menyatakan terima kasih kepada puluhan negara itu.

Dia juga berterima kasih kepada orang-orang Iran di luar negeri karena mengumpulkan sejumlah besar bantuan dan mengirimnya ke Iran melalui kedutaan besar negara ini.

Mousavi menyebutkan bahwa COVID-19 yang melanda lebih dari 200 negara di seluruh dunia sejauh ini telah menumbuhkan solidaritas masyarakat internasional serta orang-orang Iran sendiri.

Mousavi juga mengungkapkan simpati dan rasa prihatinnya kepada negara-negara lain yang juga terdera oleh penyakit mematikan ini.

Namun dia juga menyayangkan adanya sebagian negara yang telah “mencoba menangkap ikan di air keruh,” dengan cara mempolitisasi pandemi ini untuk menyudutkan Iran.

Baca: Tiga Kelompok di Iran Berjuang Membuat Vaksin COVID-19

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour di hari yang sama melaporkan 2.274 infeksi baru dan 136 kematian baru akibat wabah ini selama 24 jam terakhir.

Dia juga menyebutkan bahwa 60.500 orang Iran telah dinyatakan positif COVID-19 dengan 3.739 kematian, dan 24.236 pasien sembuh.

Baca: Tetap Dikenai Sanksi “Anti-Kemanusiaan” AS, Iran Pacu Produksi Dalam Negeri untuk Lawan COVID-19

Presiden Iran Hassan Rouhani meminta negara-negara sahabat negara ini menekan AS agar mencabut sanksi “kejam dan sepihak”-nya terhadap Teheran di saat Iran sedang gencar memerangi COVID-19.

Dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, Senin, Rouhani menekankan bahwa kesulitan Iran lebih besar daripada negara-negara lain dalam memerangi wabah ini akibat sanksi AS.

“Dengan menjatuhkan sanksi ilegal terhadap Iran pemerintah AS tidak hanya melanggar peraturan internasional melainkan juga melanggar peraturan kesehatan yang diratifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2005 melalui langkah-langkahnya dalam situasi saat ini,” ujar Rouhani. (mm/presstv)

DISKUSI: