Tetap Dikenai Sanksi “Anti-Kemanusiaan” AS, Iran Pacu Produksi Dalam Negeri untuk Lawan COVID-19

0
668

Teheran, LiputanIslam.com –   Iran terpaksa memacu produksi berbagai kebutuhannya dalam memerangi pandemi corona (COVID-19) yang melanda negara ini  di saat sanksi AS juga terus menerpanya sehingga petinggi Iran belakangan menyebut sanksi itu sebagai “kejahatan anti- kemanusiaan”.

Menteri Perindustrian, Tambang dan Perdagangan Iran Reza Rahmani menyatakan negara ini akan meningkatkan produksi masker dari 700.000 lembar per hari sebelum wabah ini melanda menjadi 4 juta per hari pada akhir bulan ini, sementara produksi sanitizernya meningkat delapan kali lipat.

Iran adalah negara yang paling terpukul oleh pandemi ini di Timur Tengah, namun sanksi AS terhadapnya malah diperketat sejak wabah ini melanda. Karena itu, tak ada pilihan bagi Iran kecuali mengandalkan sumber daya sendiri untuk mengatasi krisis.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour, Ahad (5/4/2020), melaporkan kasus 2.483 infeksi baru dan 151 kematian akibat wabah ini dalam 24 jam terakhir.

Secara total, 58.226 orang di Iran dinyatakan positif COVID-19, dan dari jumlah itu 3.603 pasien meninggal, dan 22.011 lainnya pasien sembuh.

Baca: Tiga Kelompok di Iran Berjuang Membuat Vaksin COVID-19

Sistem Baru Diagnosis

Sabtu lalu Iran meluncurkan sistem baru untuk diagnosis COVID-19 berbasis kecerdasan artifisial.

“Kami juga telah mampu mengembangkan metode baru dengan teknologi baru di bidang kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit,” jelas Wakil Presiden Iran untuk Sains dan Teknologi Sorena Sattari.

Sistem baru ini, lanjutnya, akan membawa “perspektif baru” untuk diagnosis dan pengobatan virus.

Metode baru barbasis CT-scan ini mengemuka ketika negara ini melaporkan kekurangan ahli radiologi.

Para pejabat Iran mengatakan situasi di negara ini mulai stabil setelah dijalankankan program penyaringan dan pengujian komprehensif dan langkah-langkah lain yang diperlukan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Baca: WHO Ingatkan Kondisi Timteng Terkait Laju Penyebaran COVID-19

Kejahatan Anti Kemanusiaan

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Shamkhani, menyebut berlanjutnya sanksi dan upaya AS memblokir akses Iran ke sumber daya keuangan dan lain-lain yang diperlukan untuk menahan penyebaran COVID-19 sebagai tindakan tak berprikemanusiaan.

“Memberlakukan sanksi (atas impor) barang-barang kebersihan adalah tindakan ilegal terhadap hak asasi manusia dan (tanda) Trump’s jelas permusuhan terhadap bangsa Iran,” cuit Shamkhani di Twitter, Ahad. (mm/presstv/fna)

DISKUSI: