Zarif: Eropa Melempem di Depan AS, Tapi Berlagak Kuat di Depan Iran

0
154

Teheran,LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut “kepatuhan Eropa secara buta” kepada AS sebagai “sesuatu yang tragis”.

“Negara-negara Eropa tak berdaya di depan Trump, tapi berusaha berlagak kuat di depan Iran,” kecamnya dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Dier Speigel, seperti dikutip al-Alam, Sabtu (25/1/2020).

Dia mengatakan bahwa Presiden Iran Hassan Rouhani dalam suratnya kepada neara-negara yang terlibat dalam perjanjian nuklir dengan Iran telah menjelaskan tindakan-tindakan yang akan ditempuh Teheran jika sanksi internasional anti Iran dipaksakan di Dewan Keamanan PBB.

“Eropa bertanggungjawab atas dampak penerapan kembali sanksi terhadap Iran. Teheran akan melakukan sejumlah tindakan, termasuk kemungkinannya mundur dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir jika sanksi internasional terhadap Iran dipaksakan di Dewan Keamanan,” ujar Zarif.

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan negosiasi Teheran dengan Washington, tapi dengan syarat AS mengubah sikapnya dan mencabut sanksinya terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Iran kemudian mengingatkan bahwa keterbunuhan mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani akibat serangan teror pasukan AS akan berdampak pada keluarnya pasukan AS dari Irak atau bahkan bisa jadi dari kawasan Teluk Persia secara keseluruhan.

Baca:Baghdad Dilanda Unjuk Rasa Akbar Anti-AS, Para Ulama Turut Bersuara

Javad Zarif memastikan bahwa balasan Iran atas pembunuhan itu  sangat menyakitkan AS.

Baca:Diminta Jujur, Trump Klaim Tentara AS Yang Terluka Akibat Rudal Iran Tidak Parah

“AS dengan segala kekuatan militernya tak sanggup mencegah hantaman rudal-rudal Iran ke pangkalan-pangkalan AS di Irak,” tegasnya. (mm/alalam)

DISKUSI: