Diminta Jujur, Trump Klaim Tentara AS Yang Terluka Akibat Rudal Iran Tidak Parah

0
196

Davos, LiputanIslam.com –  Di tengah beredarnya laporan mengenai meningkatnya jumlah korban tentara AS yang terluka akibat gempuran rudal balistik Iran di Irak, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa luka yang mereka derita tidaklah parah.

Dalam sebuah konferensi pers yang dijadwalkan secara tergesa di Davos, Swiss, Rabu (22/1/2020), ketika ditanya ihwal klaim dia sebelumnya bahwa sama sekali tidak ada korban di pihak tentara AS akibat serangan itu, sementara belakangan justru diloporkan bahwa ada belasan tentara AS yang terluka, termasuk didiagnosis gegar otak (concussion),  Trump menjawab bahwa mereka hanya “sakit kepala” dan lain-lain.

“Tidak, saya mendengar bahwa mereka sakit kepala (headache), dan beberapa hal lain, tetapi saya akan mengatakan, dan saya dapat melaporkan, itu tidak terlalu serius,” jawabnya Trump dengan acuh tak acuh, seperti dikutip dan digambarkan CNN.

Dia juga mengatakan, “Saya tidak menganggap mereka cedera yang sangat serius dibandingkan dengan cedera lain yang pernah saya lihat… Saya telah melihat apa yang telah dilakukan Iran dengan bom pinggir jalan mereka terhadap pasukan kami. … Saya telah melihat orang-orang yang terluka parah di daerah itu, dalam perang itu.”

Mengenai tentara yang dibawa untuk perawatan pada pekan lalu dia berkata lagi, “Tidak, saya tidak menganggap itu sebagai cedera parah, tidak.”

Baca: Presiden Irak Jumpai Trump, Penasehatnya Pilih Mundur

Pada awal bulan ini Trump mengklaim tidak ada korban setelah Iran pada 8 Januari menghujankan rudal-rudal balistiknya ke pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak. Namun Pentagon pekan lalu mengungkapkan bahwa 11 tentara AS telah dievakuasi dari Irak dan dibawa ke rumah sakit di Jerman dan Kuwait untuk perawatan atas gegar otak yang mereka derita akibat serangan Iran ke Pangkalan Udara Ain Assad.

Baca: Jenderaal Qaani: AS Membunuh Soleimani Secara Licik, Kami akan Membalas Secara Jantan

Selasa malam lalu beberapa tentara AS tambahan diterbangkan ke Jerman untuk evaluasi lebih cermat atas derita yang sama, namun jumlahnya secara persis tidak disebutkan.

“Dengan sangat hati-hati, para tentara telah dipindahkan ke Landstuhl, Jerman, untuk evaluasi lebih lanjut dan perawatan yang diperlukan. Mengingat sifat cedera yang sudah dicatat, ada kemungkinan cedera tambahan diidentifikasi di masa mendatang,” kata Urban seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (22/1) (mm/cnn/thehill)

DISKUSI: