Baghdad,LiputanIslam.com –  Rakyat Irak menggelar unjuk rasa akbar di Baghdad untuk menandai tuntutan mereka agar  tentara AS keluar dari Negeri 1001 Malam ini menyusul serangan teror tentara AS yang menewaskan tokoh penting Irak dan Iran.

Sayed Sadiq al-Hashemi, direktur Pusat Studi Irak, menyatakan lebih dari 2,5 juta orang telah berpartisipasi dalam demonstrasi akbar yang berlangsung pada hari Jumat (24/1/2020) tersebut.

Sejak dini hari Jumat, massa dalam jumlah besar yang terdiri atas pria dan wanita dari berbagai usia, termasuk anak kecul, berkumpul di kawasan Jadriyah di dekat Universitas Baghdad.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan memekikkan slogan-slogan yang menyerukan pengusiran pasukan AS.

“Keluar, keluar, pasukan pendudukan!” bunyi pekikan sebagian massa, sementara sebagian lain menimpalinya dengan pekikan, “Ya, untuk kedaulatan!”

Sebagian orang mengenakan pakaian kafan untuk memperlihatkan kesiapan rakyat Irak berkorban demi kedaulatan nasionalnya dan perlawanan terhadap intervensi AS.

Jaringan berita al-Ahd Irak melaporkan bahwa warga Irak dari semua provinsi di negara itu telah berkonsentrasi di Baghdad.

Juru bicara Brigade Hizbullah Irak Mohamad Muhyi menyatakan bahwa Irak sekarang telah memasuki periode baru yang disebut “Revolusi 20 Kedua”. Revolusi yang pertama adalah perlawanan terhadap proyek imperialisme Inggris untuk mendisentegrasi Irak, sedangkan yang kedua adalah perlawanan terhadap kebercokolan militer AS.

Pada tanggal 5 Januari lalu parlemen Irak menyetujui keputusan yang menyerukan pengusiran semua pasukan asing menyusul serangan udara AS yang menggugurkan jenderal ternama Iran Qassem Soleimani Iran dan wakil ketua pasukan relawan Irak Hashd Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, unjuk rasa akbar itu terjadi setelah ulama muda berpengaruh Irak, Sayid Muqtada Sadr, menyerukan kepada rakyat Irak untuk menggelar “demontrasi sejuta umat, yang damai dan bersatu untuk mengutuk keberadaan dan pelanggaran AS.”

Baca:Rakyat Irak Bersiap Gelar Unjuk Rasa Akbar Anti-AS

Pada hari Jumat Sadr merilis pernyataan lagi berisikan seruan penutupan pangkalan-pangkalan militer AS dan larangan zona udara Irak bagi pesawat tempur dan pesawat pengintai AS.

Dia memperingatkan bahwa keberadaan pasukan AS di Irak akan diperlakukan rakyat Irak sebagai pasukan pendudukan jika Washington tetap menolak tuntutan agar pasukan AS ditarik keluar dari Irak.

Ulama Syiah terkemuka Irak Ayatullah Sayid Ali al-Sistani dalam sebuah pesan yang disampaikan melalui seorang wakilnya pada sholat Jum’at di Karbala juga mendesak segenap komponen politik Irak agar melakukan segala  yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan Irak. (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*