Zarif: Ada Mekanisme untuk Keserentakan Pemulihan Komitmen Iran dan AS kepada Perjanjian Nuklir

0
150

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan ada mekanisme yang dapat digunakan untuk keserempakan penerapan kembali komitmen Iran dan Amerika Serikat (AS) kepada perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Dalam wawancara dengan jaringan berita CNN pada Senin malam (1/2), Zarif mengatakan, “Adalah kewajiban bagi pemerintah AS kembali ke perjanjian nuklir, dan Iran akan siap meresponnya segera… Waktu tidaklah penting, pertanyaannya ialah apakah (pemerintah baru) AS ingin mengikuti kebijakan pemerintahan Trump yang telah gagal.”

Sebelumnya, terjadi saling lempar antara Iran dan AS soal pihak mana yang harus mulai patuh lagi kepada JCPOA. AS mendesak Iran supaya kembali dulu kepada JCPOA, dan baru AS akan menyusulnya, namun Iran menegaskan pihaknya tak pernah keluar dari JCPOA seperti dilakukan AS.

Ditanya oleh reporter CNN Christiane Amanpour apakah ada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengatasi perselisihan mengenai pihak mana yang harus kembali terlebih dahulu kepada JCPOA, Zarif bahwa jika seumpamapun harus dilakukan secara bersamaan maka ada mekanisme untuk demikian.

“Bisa saja ada suatu mekanisme untuk keserampakan atau koordinasi kembalinya Iran dan AS kepada perjanjian nuklir,” ujarnya.

Dia menjelaskan, “Anda tahu bahwa dalam perjanjanjian nuklir ini sendiri ada mekanisme berupa Komisi Bersama, komisi ini memiliki koordinator, dan koordinator ini memiliki dua jabatan, dulu adalah Federica Mogherini dan sekarang adalah  Josep Borrell. Satu jabatannya ialah koordinator politik luar negeri Uni Eropa, dan yang lain adalah koordinator Komisi Bersama.”

Zarif menambahkan, “Dia dapat menggunakan posisinya sebagai koordinator Komisi Bersama untuk mengkoordinasikan tindakan yang diperlukan oleh Iran dan AS.” (mm/alalam)

Baca juga:

Memulai Latihan Perang “Baitul Maqdis”, IRGC Tegaskan Iran Tak Butuh Perjanjian  Nuklir

[Video]: Iran Sukses Luncurkan Roket Pembawa Satelit Berbahan Bakar Padat Terkuat

 

DISKUSI: