Memulai Latihan Perang “Baitul Maqdis”, IRGC Tegaskan Iran Tak Butuh Perjanjian  Nuklir

0
94

Teheran, LiputanIslam.com –  Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi (IRGC) Mayjen Hossein Salami menegaskan bahwa Iran sudah mencapai tahap di mana negara republik Islam ini sudah tak lagi membutuhkan perjanjian nuklir.

“Kita sudah mencapai titik di mana kita benar-benar sudah tidak lagi membunuhkan perjanjian nuklir, kita sudah mengetahui bahwa ketidak butuhan kepada pencabutan sanksi lebih utama daripada pencabutan sanksi,” ungkap Salami di sela pengumuman peluncuran latihan perang bersandi “Baitul Maqdis” untuk brigade-brigade relawan, Ahad (31/1),  yang bertepatan dengan peringatan “10 Hari Fajar Kemenangan”, yaitu peringatan hari kepulangan Imam Khomaini dari pengasingan ke Iran hingga hari kemenangan revolusi Islam yang dipimpinnya pada Februari 1979.

“Imam Khomaini adalah sosok tangguh, yang kekuataannya setara dan masih sepadan dengan seluruh kekuatan di dunia. Saat itu beliau mengobarkan revolusi dan mengalahkan AS yang menguasai 25 persen ekonomi dunia dan dominasi politiknyapun menjangkah seluruh dunia,” lanjut Salami.

Dia menjelaskan bahwa kemenangan itu merupakan prestasi cemerlang yang sulit dibayangkan dengan kalkulasi dan ekspektasi biasa, dan begitu revolusi Islam berjaya kekuatan-kekuatan arogan dunia di Timur dan Barat melihat kemunculan sebuah fenomena kekuatan baru yang misterius dan tak dikenal sebelumnya di dunia.

“Revolusi itu adalah kelahiran sebuah kekuatan baru yang memiliki gravitasi global yang sangat luas,” imbuhnya.

Menurutnya, pada usianya ke 42 tahun revolusi ini bangsa Iran tetap berdiri tegak menjulang meski tak pernah berhenti dihantam badai tekanan.

“Ini adalah berkat keberadaan kaum relawanan di tengah rakyat,  berkat pencerahan mereka di hari rakyat, serta keyakinan dan kepercayaan mereka kepada pemerintahan (republik Islam),” ungkapnya.

Jenderal Salami bersumbar, “Kita memiliki segala yang dibutuhkan untuk (menggalang) kebesaran, sebab  kita membentuk barisan untuk mengalahkan musuh-musuh besar, dan mencetak kekuatan yang setimpal dengan mereka. Keberadaan musuh yag besar justru menjadi faktor penunjang pertumbuhan dan kemajuan kita sebagaimana kemenangan atas syaitan menunjang proses penyempurnaan eksistensial manusia.” (mm/alalam)

Baca juga:

Diminta AS Kembali ke Perjanjian Nuklir, Iran Nyatakan Tak Pernah Keluar darinya

Iran dan Turki Tekankan Kerjasama Regional, dan Minta AS Kembali ke Perjanjian Nuklir

DISKUSI: