Yaman Pajang Poster Kordahi dan Ganti Nama Jalan Riyadh dengan Nama Kordahi

0
238

Sanaa, LiputanIslam.com –  Orang-orang Yaman memajang gambar-gambar Menteri Informasi Lebanon George Kordahi dan mengganti nama sebuah jalan dari yang semula Jl. Riyadh menjadi Jl. Kordahi.

Hal itu terjadi di tengah heboh memburuknya hubungan Arab Saudi dan tiga negara Arab Teluk Persia lainnya dengan Lebanon menyusul pernyataan Kordahi tentang Perang Yaman di mana dia menyebut apa yang dilakukan Ansarullah (Houthi) sebagai perlawanan terhadap agresi Saudi dan sekutunya.

Penduduk Yaman di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Ansarullah sejak tahun 2014, memajang poster-poster Kordahi berukuran besar diserta tulisan “Ya, George, Perang Yaman sia-sia” pada tiang-tiang listrik di beberapa jalan.

Selain memuji sikap Kordahi, orang-orang Yaman di Sanaa juga menyerukan boikot produk Saudi setelah Saudi dan tiga negara Arab Teluk menarik duta besar mereka dari Lebanon dan mengusir para duta besar Lebanon.

Ketua Delegasi Perunding Yaman Mohammad Abdul Salam mengaku yakin Lebanon sanggup menghadapi ulah Saudi dan sekutunya.

“Pemerintah, rakyat dan para pejuang Lebanon sanggup menghadapi tantangan sebesar apapun,” tulis Abdul Salam di halaman Twitternya, Ahad (31/10).

Dia menambahkan, “Arab sejati adalah orang yang bangkit menghadang AS dan Israel, bukan orang yang mengekor pada keduanya dengan hina dan menyerang umat dengan dalih Arabisme.”

Sementara itu, Kordahi sendiri dalam wawancara dengan saluran Al-Jadid pada hari itu menepis dugaan bahwa dia akan mengundurkan diri menyusul kencangnya badai tekanan Saudi dan sekutunya terhadap Lebanon.

“Pengunduran diri saya dari pemerintah tidak mungkin,” tegasnya.

Pemerintah Lebanon sehari sebelumnya menyatakan masih berharap dapat menjaga hubungan baik dengan semua negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), terutama Saudi. (mm/raialyoum/alalam)

Baca Terkait:

Buntut Pernyataan Kordahi tentang Perang Yaman, Saudi dan Bahrain Usir Dubes Lebanon

Yaman Serukan Boikot Produk-produk Saudi

 

DISKUSI: