Buntut Pernyataan Kordahi tentang Perang Yaman, Saudi dan Bahrain Usir Dubes Lebanon

0
234

Riyadh, LiputanIslam.com –  Arab Saudi menarik pulang duta besarnya dari Lebanon serta meminta kepada duta besar Lebanon meninggalkan Saudi. Saudi juga menyetop semua impornya dari Lebanon.

Aksi Saudi itu dilakukan sebagai reaksi atas pernyataan Menteri Informasi Lebanon George Kordahi tentang Perang Yaman, yang dinilai oleh Riyadh sebagai “kedustaan”dan “mengusik” Saudi.

Kemlu Saudi dalam pernyatananya yang dirilis pada hari Jumat (30/10) menyebutkan bahwa negara kerajaan ini “memanggil pulang duta besarnya di Lebanon untuk mesyawarah, dan meminta duta besar Lebanon untuk Kerajaan Saudi meninggalkan Saudi dalam tempo 48 jam”, serta memutuskan “penghentiaan semua impor dari Lebanon ke Saudi demi melindungi keamanan Kerajaan Saudi dan rakyatnya”.

Kemlu Saudi menambahkan bahwa pihaknya “menyayangkan apa yang terjadi pada hubungan Saudi-Lebanon akibat ketidak pedulian otoritas Lebanon kepada fakta dan keberlanjutannya untuk tidak mengambilkan tindakan korektif yang menjamin terpeliharanya hubungan yang selalu diinginkan oleh Kerajaan.”

Kemlu Saudi juga menyebutkan bahwa negara ini masih akan “mengambil beberapa tindakan lain untuk mewujudkan tujuan-tujuan itu”.

Di sisi lain, Kemlu Bahrain juga mengumumkan pihaknya telah meminta kepada Dubes Lebanon agar meninggalkan Bahrain dalam tempo 2 x 24 jam.

Saluran MTV Lebanon mengutip pernyataan sumber yang dekat dengan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) bahwa semua duta besar Lebanon “akan diusir dari negara-negara GCC dalam beberapa jam ke depan”.

Seperti pernah diberitakan, Menteri Informasi Lebanon George Kordahi menolak meminta maaf atas pernyataannya dalam sebuah acara televisi yang menyebut Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai pihak “agresor” dalam perang Yaman, dan menilai pasukan Ansarullah (Houthi) sebagai pihak yang mebela diri dan melawan agresi.

Kemlu Saudi pada Rabu lalu menyebut pernyataan itu sebagai “keperpihakan secara nyata kepada milisi teroris Houthi (Ansarullah) yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan”.

Pemerintah Lebanon sendiri di hari yang sama menyebut pernyataan Kordahi itu sama sekali tidak mewakili sikap pemerintah.

Jumat kemarin, Kantor Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati menghubungi Kordahi dan memintanya “menghargai kemaslahatan nasional dan mengambil keputusan yang tepat” demi membenahi hubungan Lebanon dengan negara-negara Arab, menyusul pengusiran dubes Lebanon dari Saudi.

Mikati juga menyayangkan tindakan Saudi terhadap Lebanon, dan meminta kepada para pemimpin Arab agar membantu mengatasi krisis hubungan Lebanon dengan Saudi. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Bikin Heboh Soal Perang Yaman, Menteri Lebanon Tolak Minta Maaf kepada Saudi

Lebanon Minta Rusia Berikan Foto-foto Satelit Ledakan Pelabuhan Beirut

DISKUSI: