Wow, Iran Berambisi Orbitkan Satelit pada Ketinggian 36,000 km

0
202

Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Ali Jafarabadi menyatakan negara ini memiliki rencana jangka panjang untuk mengorbitkan satelit pada ketinggian 36.000 km.

“Iran memiliki rencana meningkatkan ketinggian orbit (satelitnya) hingga mencapai 36.000 km dalam beberapa tahun mendatang”, ungkap Jafarabadi, Ahad (10/5/2020).

Dia menambahkan bahwa ketinggian yang dinilai penting dan strategis itu dikhususkan untuk telekomunikasi dan satelit TV.

Pada Rabu 22 April IRGC telah meluncurkan satelit militer  “Nour-1” dengan menggunakan roket pembawa sateliter “Qassed” buatan dalam negeri, dan menempatkannya di orbit pada ketinggian 425 km.

Juru Bicara Juru Bicara IRGC, Brigjen Ramezan Sharif, menyatakan bahwa peluncuran satelit IRGC itu kembali membuktikan kegagalan sanksi AS menghalangi kemajuan negara ini bidang sains.

“Setelah peluncuran itu, Amerika dan Eropa mengakui bahwa embargo telah gagal mengganggu kemajuan sains Republik Islam,” katanya pada akhir April lalu.

Baca: Pasukan Elit Iran Ancam Kejar Pasukan AS di Teluk Persia dan Laut Oman

“Ketika negara ini sanggup bertindak demikian meski dikenai sanksi maka ia juga mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya meskipun ada terorisme ekonomi yang dipaksakan terhadap mereka,” lanjutnya.

Sementara itu, Divisi Dirgantara IRGC telah memasang rudal baru udara-ke-darat pada jet tempur Su-22.

Dalam penggalan video kunjungan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei ke pameran prestasi Divisi Dirgantara IRGC tahun 2014 yang telah dirilis baru-baru ini terlihat IRGC telah melengkapi jet tempur Su-22 dengan rudal udara ke darat jenis Fajr-4.

Baca: Pemimpin Besar Iran Serukan Genjot Produksi untuk Melawan Sanksi AS

Fajr adalah rudal kaliber 333 mm yang sebelumnya telah ditingkatkan menjadi rudal versi terpandu dalam dua model Fajr-4 dan Fajr-4CL.

Di bagian lain, Panglima Angkatan Darat Iran Brigejn Kiomars Heidari mengumumkan rencana peningkatan produksi peralatan militer yang berbeda.

“Kami akan memiliki lompatan yang diinginkan di bidang bagian-bagian (produksi) militer di Tahun Lonjakan Produksi, dan kami telah membuat rencana yang baik dalam agenda pengembangan robot, helikopter, peralatan anti-baja dan anti-rudal, quadcopters, drone dan berbagai jenis sensor pemantauan perbatasan, ” ungkapnya. (mm/fna/raialyoum)

DISKUSI: