WHO Ingatkan Kondisi Timteng Terkait Laju Penyebaran COVID-19

0
272

Jenewa, LiputanIslam.com –  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pemerintah negara-negara Timur Tengah harus bertindak cepat untuk menahan laju penyebaran virus corona (COVID-19), karena jumlah kasus di kawasan ini telah meningkat menjadi hampir 60.000, atau nyaris dua kali lipat jumlah yang tercatat pada satu minggu sebelumnya.

“Kasus-kasus baru telah dilaporkan di beberapa negara paling rentan dengan sistem kesehatan yang rapuh,” ungkap Ahmed al-Mandhari, direktur WHO untuk wilayah Mediterania Timur (EMRO), yang meliputi Pakistan dan Afghanistan serta negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), seperti dikutip Aljazeera, Jumat 3/4/2020).

Dalam sebuah pernyataan dia menambahkan, “Bahkan di negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih kuat, kita melihat lonjakan yang mengkhawatirkan dalam jumlah kasus dan kematian yang dilaporkan.”

Di luar Iran, yang telah melaporkan lebih dari 50.000 kasus, jumlah kasus  COVID-19 di Timur Tengah dan Afrika Utara relatif rendah dibandingkan dengan Eropa, AS dan Asia.

Namun, para pejabat kesehatan khawatir rendahnya jumlah kasus penyakit pernapasan yang sangat menular ini hanya lantaran banyak kasus yang tak terlaporkan. Mereka mengatakan banyak negara dengan pemerintahan yang lemah dan sistem kesehatan yang terkikis oleh konflik akan sangat kesulitan mengatasinya.

Baca: Sudah Hancur Akibat Perang dan Kelaparan, Kini Rakyat Yaman Dihantui ‘Senjata’ Covid-19 Arab Saudi

“Saya tidak bisa cukup menekankan urgensi situasi… Meningkatnya jumlah kasus menunjukkan bahwa penularan cepat terjadi di tingkat lokal dan masyarakat,” ujar al-Mandhari.

Dia juga mengatakan, “Kita masih memiliki jendela peluang, tapi jendela ini perlahan menutup hari demi hari.”

Baca: Perangi Covid-19, Saudi Perpanjang Jam Malam di Mekkah dan Madinah Menjadi 24 Jam

WHO menyatakan bahwa jumlah kasus COVID-19 di Timur Tengah kini bertambah dari 32.442 pada 26 Maret lalu menjadi 58.168, sementara angka kasus di dunia  mencapai 1,016,534 dengan 53,179 kematian. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS: