Wartawati Al Jazeera Dibunuh Pasukan Israel, Ini Komentar Ansarullah Yaman

0
4

Sanaa, LiputanIslam.com  Menteri Informasi Yaman kubu Sanaa Dhaifullah Al-Shami menyatakan bahwa pembunuhan wartawati Al Jazeera Shireen Abu Akleh memperlihatkan sejauh mana kebrutalan pasukan Zionis Israel dan kejahatannya sehari-hari terhadap orang-orang Palestina.

Dalam siaran persnya, Rabu (11/5), Al-Shami menilai kejahatan terbaru Israel terhadap insan pers itu ditujukan Israel untuk menutupi fakta dan membungkam suara-suara yang mengungkap kejahatan rezim Zionis itu terhadap Palestina dan hal-hal yang disucikan oleh umat Islam.

Seperti diketahui, Shireen Abu Akleh ditembak mati oleh pasukan Zionis Israel ketika sedang meliput serangan militer Israel di kota Jenin, di wilayah pendudukan Tepi Barat, Rabu.

Al-Shami menegaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya peran media dalam mengungkap kejahatan Israel, dan bahwa pembunuhan itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pers, dan Israel bersikukuh untuk terus melakukannnya secara tersembunyi dari lensa kamera.

Menurut tokoh Ansarullah Yaman itu, pembunuhan Abu Akleh tak akan membendung kontinyuitas media dan jurnalis merdeka dalam mengungkap fakta-fakta kejahatan rezim penjajah Palestina.

Al-Shami menilai serangan terhadap wartawan sudah menjadi kebijakan sistematis Israel untuk menutupi fakta dan menakut-nakuti pihak yang benar, dan karena itu pembunuhan Abu Akleh bukanlah kasus pertama dan tak akan menjadi kasus yang terakhir. (mm/saba)

Baca juga:

Wartawati Al Jazeera Tewas di Tangan Pasukan Zionis, Ini Kata Para Saksi Mata

Presiden Palestina:  Israel Sengaja Membunuh Wartawati Al Jazeera dengan Darah Dingin

DISKUSI: