Presiden Palestina:  Israel Sengaja Membunuh Wartawati Al Jazeera dengan Darah Dingin

0
6

Ramalllah, LiputanIslam.com  Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menuduh pasukan Israel sengaja membunuh wartawati Al Jazeera Shireen Abu Akleh, dan menyatakan bahwa rezim Zionis Israel bertanggung jawab penuh atas aksi sadis yang terjadi di Jenin, Tepi Barat, Rabu (11/5), tersebut.

Abbas menyebut insiden itu sebagai pembunuhan berdarah dingin yang dilakukan secara terang-terangan oleh tentara Israel.

Senada dengan ini, anggota parlemen Palestina Khalida Jarrar mengatakan bahwa Abu Akleh adalah suara rakyat Palestina dan dia dibunuh oleh “kejahatan kolonialisme dan pendudukan Israel”.

“Shireen selalu menjadi suara saya dari sel penjara,” katanya, sembari menambahkan bahwa sebulan setelah penahanan terakhirnya, Shireen adalah orang pertama yang dia lihat di sidang pengadilan.

“Shireen adalah suara kami. Ini tidak bisa dipercaya. Itu adalah kejahatan, semuanya jelas, penargetan yang disengaja dan langsung,” imbuhnya.

Tentara Israel dan Perdana Menteri Naftali Bennett semula berkelit dengan menyebutkan kemungkinan Abu Akleh terbunuh oleh tembakan orang Palestina, dan mengklaim bahwa para pejuang bersenjata juga hadir di lokasi peristiwa.

“Menurut informasi yang kami kumpulkan, tampaknya orang-orang Palestina bersenjata – yang menembak tanpa pandang bulu pada saat itu – bertanggung jawab atas kematian jurnalis yang malang itu,” kata Bennett dalam sebuah pernyataan.

Tapi beberapa lama kemudian panglima militer Israel Letjen Aviv Kochavi menepis pernyataan bahwa Abu Akleh mungkin telah terbunuh oleh peluru nyasar yang ditembakkan oleh pejuang Palestina. Dia mengatakan tidak jelas siapa yang melepaskan tembakan yang menewaskan wartawan itu.

“Pada tahap ini, kami tidak dapat menentukan dengan tembakan siapa dia terluka dan kami menyesali kematiannya,” katanya.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz membuat komentar yang lebih hati-hati dengan menyatakanm,”Kami mencoba mencari tahu persis apa yang terjadi. Saya tidak punya kesimpulan akhir.” (mm/aljazeera)

Baca juga:

Wartawati Al Jazeera Tewas di Tangan Pasukan Zionis, Ini Kata Para Saksi Mata

Israel dan Kubu Resistensi Palestina Sama-Sama Bersiaga, Perang Segera Pecah lagi?

DISKUSI: