Wartawati Al Jazeera Tewas di Tangan Pasukan Zionis, Ini Kata Para Saksi Mata

0
112

Doha, LiputanIslam.com  Wartawati Al Jazeera Shireen Abu Akleh telah ditembak mati oleh pasukan Zionis Israel ketika sedang menjalankan profesinya dan meliput serangan militer Israel di kota Jenin, di wilayah pendudukan Tepi Barat, Rabu (11/5).

Dia dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal, sementara wartawan Al Jazeera lainnya, Ali al-Samoudi, juga ditembak dibagian punggung, namun dilaporkan berada dalam kondisi stabil di rumah sakit.

Orang-orang yang hadir di tempat kejadian ketika Abu Akleh terbunuh mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia ditembak di kepala oleh pasukan Israel yang menargetkan sekelompok wartawan.

Saksi mata dan jurnalis Shatha Hanaysha mengatakan bahwa jurnalis Al Jazeera bersama wartawan lain terkejut ketika mereka mendapat tembakan peluru tajam saat mereka berjalan kaki di Jenin. Menurut Hanasha, pasukan Israel melepaskan tembakan meski dapat melihat dengan jelas melihat mereka adalah jurnalis.

“Orang yang membunuh Shireen memang bermaksud membunuhnya karena menembakkan peluru ke area tubuhnya yang tidak terlindungi,” kata Hanaysha, merujuk pada pakaian pelindung yang dikenakan jurnalis Al Jazeera.

“Jika mereka tidak benar-benar ingin membunuh sebagian dari kita, mereka bisa saja mulai menembak sebelum kita tiba di area sempit ini. Saya melihat ini sebagai pembunuhan jurnalis yang jelas, ”ujarnya.

“Kami mencapai area yang tidak memungkinkan kami untuk mundur … hanya menghadapi penembak jitu,” lanjutnya.

Mujahed al-Saadi, jurnalis lain yang juga menyaksikan pembunuhan itu, mengatakan tembakan terhadap para jurnalis berlanjut bahkan setelah dijelaskan kepada tentara Israel bahwa mereka menembaki anggota pers.

“Dalam beberapa detik, ada tembakan pertama,” katanya kepada Al Jazeera.

“Saya mengatakan kepada mereka (rekan jurnalis) bahwa kami menjadi sasaran, kami ditembak. Saya berbalik dan menemukan Shireen di tanah, ”katanya.

“Penembakan berlanjut selama lebih dari tiga menit. Ali (wartawan lain) terluka; dia bisa menyeberang jalan dan sampai ke titik aman,” katanya.

Dia juga mengatakan,“Saya berlindung di bawah tangga di pabrik semen dan penembakan berlanjut … dan kami tidak dapat memberikan pertolongan pertama kepada Shireen.” (mm/aljazeera)

Baca juga:

Israel dan Kubu Resistensi Palestina Sama-Sama Bersiaga, Perang Segera Pecah lagi?

Singgung Sepak Terjang AS dalam Menyokong Israel, Sekjen Hizbullah Sebut-sebut Nama Indonesia

DISKUSI: