Warga Palestina di Tepi Barat akan Gelar Demo Tolak Kunjungan Presiden AS

0
108

Ramallah, LiputanIslam.com   Warga Palestina di berbagai wilayah pendudukan Tepi Barat diserukan untuk menggelar unjuk rasa di kota Ramallah demi menolak kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Israel (Palestina pendudukan 1948).

Para aktivis menyebutkan bahwa unjuk rasa itu dilakukan pada hari Kamis (14/7) mulai pukul 6 sore waktu setempat di sekitar Menara Ramallah dalam rangka mendemonstrasikan penolakan bangsa Palestina terhadap dukungan AS kepada Rezim Zionis Israel.

Biden dijadwalkan tiba di Israel pada hari ini, Rabu, untuk menemui para pejabat Israel selama kunjungan dua hari.

Sementara itu, jubir Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) Hazem Qasim memastikan kunjungan Biden tak lain demi kepentingan Zionis di kawasan Timur Tengah.

Dalam sebuah pernyataannya, dia menyatakan, “Kunjungan Biden bertujuan memperkuat perpecahan di kawasan dan membentuk barisan-barusan baru untuk melindungi proyek dan kebijakan eskpansif Israel serta membidik kekuatan-kekuatan yang hidup di tengah umat.”

Hazem Qasim menambahkan, “Semua kunjungan sebelumnya para presiden AS ke kawasan ini selalu menjadikan kepentingan rezim pendudukan (Israel) sebagai tujuan prinsipal, dan berusaha mempercantik perilaku agresifnya terhadap bangsa kami melalui pertemuan-pertemuan dengan para pemimpin otoritas (Palestina) di Ramallah.”

Jubir Hamas juga menyebutkan, “Pembicaraan mengenai normalisasi di kawasan melalui kunjungan Biden, dan pembentukan aliansi militer di mana Israel menjadi bagian darinya, merupakan bahaya strategis bagi urusan Palestina dan kepentingan nasional semua kawasan.”

Dia lantas mengingatkan, “Semua negara, entitas dan pihak yang menolak kebijakan Zionis dan AS harus menyatukan sikap serta memperkuat dan mengembangkan hubungan antarelemen resistensi di tengah umat.” (mm/alalam)

Baca juga:

Teheran Bantah Klaim AS Soal Suplai Drone Iran untuk Rusia

Jelang Kunjungan Biden, Pesawat Khusus MOSSAD Dikabarkan Mendarat di Riyadh

DISKUSI: