Teheran Bantah Klaim AS Soal Suplai Drone Iran untuk Rusia

0
127

Teheran, LiputanIslam.com   Teheran membantah klaim Gedung Putih mengenai suplai ratusan drone Iran untuk Rusia, dan menegaskan bahwa bidang-bidang kerjasama teknologi antara Iran dan Rusia sudah berlangsung jauh sebelum pecah perang di Ukraina.

“Tidak ada perubahan yang terjadi di area ini pada saat ini,” kata juru bicara Kemlu Iran Nasser Kan’ani, Selasa (12/7).

Dia mengatakan demikian sehari setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengklaim bahwa Washington telah mendapat “informasi” yang menunjukkan bahwa Iran sedang bersiap untuk memberi Rusia “hingga ratusan pesawat nirawak (drone/UAV), termasuk UAV berkemampuan senjata pada waktu yang dipercepat.”

Kan’ani menegaskan kembali sikap Iran yang menentang perang.

“Posisi Republik Islam mengenai perang Ukraina sangat jelas, dan telah diumumkan berulang kali secara resmi,” katanya.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian belum lama ini juga menegaskan kembali pendirian Iran soal krisis Ukraina. Kepada surat kabar Kroasia Večernji dia menyebut perang itu dipicu oleh ekspansi aliansi militer Barat NATO menuju perbatasan Rusia dan provokasinya terhadap Moskow.

“Namun, kami tidak menganggap perang sebagai solusi, dan percaya bahwa krisis Ukraina harus diselesaikan melalui dialog dan negosiasi,” imbuhnya.

Juru bicara Kemlu Iran Nasser Kan’ani balik mengecam AS soal suplai senjata.  Dia menyebutkan bahwa klaim Gedung Putih tersebut dinyatakan, sementara AS dan Eropa sendiri sejak dulu telah mengubah pasukan pendudukan Zionis Israel dan rezim-rezim agresor di Timteng menjadi “timbunan berbagai senjata mematikan (buatan) mereka.”

“Sudah pasti bahwa tanpa persenjataan ini, kelanjutan dari kekejaman dan pendudukan Zionis selama lebih dari tujuh dekade tidak akan mungkin terjadi,” pungkas Kan’ani. (mm/alalam)

Baca juga:

Gedung Putih Tuding Iran Suplai Drone Militer untuk Rusia

AS Pertimbangkan Cabut Larangan Penjualan Senjata Ofensif ke Arab Saudi

DISKUSI: