Warga Palestina di Jalur Gaza Gelar Demo Protes Anti-Normalisasi UEA-Israel

0
112

Gaza, LiputanIslam.com –  Warga Palestina di Jalur Gaza menggelar unjuk rasa protes anti-perjanjian normalisasi hubungan UEA dengan Israel, sembari meneriakkan slogan-slogan yang menyebut normalisasi itu sebagai  pengkhianatan terhadap Quds dan Palestina.

Selain mengutuk UEA dan Israel, massa Palestina itu dalam aksinya pada hari Rabu (19/8/2020) itu juga menghujat  Amerika Serikat (AS) yang menjadi penengah antara Israel dan UEA dalam proses pencapaian perjanjian normalisasi  tersebut.

Massa membakar bendera Israel dan AS, menginjak-injak poster Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, dan memekikkan kalimat; “Normalisasi adalah pengkhianatan terhadap Yerusalem dan Palestina”.

Massa juga menyuarakan dukungan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas atas penolakannya terhadap prakarsa Presiden Trump untuk perdamaian Timteng, yang menurut pihak Palestina tidak adil dan hanya menguntungkan Israel.

Aksi protes anti normalisasi hubungan UEA-Israel itu digerakkan berbagai faksi pejuang Palestina, terutama Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza.

Khalil al-Hayya, seorang pejabat senior Hamas, mengecam kesepakatan itu dan menyebutnya merugikan pihak Palestina.

“Normalisasi dengan rezim pendudukan merugikan kami. Alih-alih membantu kami, normalisasi itu justru melayani dan mempromosikan rezim pendudukan dalam proyek-proyeknya yang menarget Palestina dan kawasan.”

Aksi protes itu digelar manakala Israel belakangan ini melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza selama delapan malam berturut-turut.

Israel memperingatkan Hamas bahwa mereka mempertaruhkan “perang” ketika gagal menghentikan peluncuran bom balon dari Jalur Gaza ke wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Sumber keamanan Hamas menyatakan bahwa jet tempur dan drone Israel telah menyerang beberapa fasilitas milik sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Komunitas Yahudi Iran Kutuk Normalisasi Hubungan UEA- Israel

Parlemen Tunisia Sebut Normalisasi UEA-Israel Pelanggaran atas Hak Palestina

 

DISKUSI: