Parlemen Tunisia Sebut Normalisasi UEA-Israel Pelanggaran atas Hak Palestina

0
61

Tunis, LiputanIslam.com –  Parlemen Tunisia mengutuk deklarasi normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel, dan menyebutnya pelanggaran hak rakyat Palestina dan ancaman terbuka bagi konsensus Arab dan Islam.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (18/8/2020) dewan pimpinan parlemen Tunisia menegaskan pendiriannya yang mendukung penuh perjuangan Palestina dan memandangnya sebagai isu utama dunia Arab dan Islam.

Parlemen Tunisia juga  kebersamaannya dengan; para pendukung kebebasan; para penentang kolonialisme dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara; dan para pembela hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri.

Parlemen Tunisia menyatakan memperbarui “solidaritas mutlak”-nya dengan bangsa Palestina dalam perjuangan untuk membebaskan tanah air mereka dan mendirikan negara merdeka dengan Al-Quds Al-Sharif sebagai ibukotanya.

Karena itu, parlemen Tunisia mendesak Parlemen Arab, Persatuan Parlemen Arab, serta parlemen-parlemen regional dan internasional mengutuk langkah UEA tersebut dan menyatakan pendirian yang jelas untuk mendukung hak Palestina.

Parlemen Tunisia mengutuk “prospek buruk gerakan Emirat,” terutama ketika agresi Israel terhadap rakyat Palestina sedang meningkat bersamaan dengan ambisi Zionis untuk melakukan perluasan dan aneksasi lebih banyak tanah Palestina sehingga memungkinkan terbentuknya realitas geografis dan demografis baru yang mengancam eksistensi Palestina. (mm/rtarabic)

Baca juga:

Gempar, UEA Adakan Perjanjian Normalisasi Dengan Israel, Ini Reaksi Keras Palestina

TEKS LENGKAP Pernyataan Bersama Israel, UAE, dan AS

DISKUSI: