Komunitas Yahudi Iran Kutuk Normalisasi Hubungan UEA- Israel

0
213

Teheran, LiputanIslam.com –  Beragama dan beretnis Yahudi tak berarti mendukung Israel. Karena itu, tidak semua Yahudi adalah Zionis, sebab Yahudi adalah agama dan etnis, sedangkan Zionisme adalah gerakan dan faham imperialisme berkedok agama Yahudi.

Dengan latar belakang demikian, komunitas Yahudi Iran mengecam kesepakatan normalisasi hubungan antara UEA dan Israel, dan memperingatkan Abu Dhabi bahwa pengkhianatan tidak akan menghasilkan apapun kecuali aib bagi rezim UEA sendiri.

“Komunitas Yahudi Iran mengutuk perjanjian memalukan UEA untuk normalisasi hubungan dengan rezim palsu dan setan Zionis, yang dimediasi oleh Setan Besar (AS),” kecam komunitas itu dalam sebuah pernyataan, Rabu (19/12/2020).

“Pengkhianatan oleh orang-orang bodoh yang tak lebih dari pemerahan susu sapi, sesuai perintah majikan mereka, akan melipatgandakan tekanan dan penindasan terhadap orang-orang yang tertindas dan tidak akan menghasilkan apa-apa selain aib bagi para konspirator, ” lanjut pernyataan itu.  

Komunitas Yahudi Iran menekankan bahwa tindakan UEA itu justru semakin mendorong para pencari kebebasan di dunia untuk menggalakkan perjuangan melawan rezim Zionis dan membela hak-hak rakyat Palestina.

Akhir pekan lalu perwakilan komunitas Yahudi Iran di parlemen Siamak Mareh Sedq melontarkan pernyataan serupa dan memastikan kesia-siaan kesepakatan UEA dengan Israel itu.

“Rezim-rezim syeikh Teluk Persia berkonfrontasi melawan kepentingan nasional Iran dan poros resistensi, dan karena itu mereka lantas mengulurkan tangan ke arah musuh utama poros resistensi dan kepentingan nasional Iran,” kata Mareh Sedq kepada FNA.

Dia menambahkan, “Sebagaimana penindasan terhadap kubu resistensi di Yaman, Suriah dan Lebanon, tindakan yang dimulai oleh rezim syeikh pesisir Teluk Persia itu akan gagal.” (mm/fna)

Baca juga:

Parlemen Tunisia Sebut Normalisasi UEA-Israel Pelanggaran atas Hak Palestina

Pejabat AS Perkirakan Saudi akan Susul UEA Menormalisasi Hubungan dengan Israel

DISKUSI: