Warga dan Pasukan Zionis Serang Masjid Al-Aqsa lagi, Penembak Jitu Diposisikan di Atap

0
261

Nazaret, LiputanIslam.com  Pasukan pendudukan Israel dan pemukim Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsa, untuk hari kedua berturut-turut pada Senin pagi (18/4). Pasukan Israel dalam jumlah besar menyerbu Masjid Al-Aqsa untuk menghalau jemaah Palestina dari halaman Masjid Al-Aqsa sebelum para pemukim Zionis menyerbu.

Pasukan penembak jitu Israel ditempatkan di atap Masjid Al-Aqsa dan bangunan sekitarnya, dan polisi memaksa jemaah mengosongkan halaman masjid, untuk kemudian mereka mengizinkan pemukim Zionis u menyerbunya melalui kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri atas sekira 40 orang.

Puluhan jemaah Muslim di dalam Masjid Al-Qibla berusaha melawan aksi Zionis tersebut sembari meneriakkan takbir dan yel-yel siap berkorban demi al-Aqsha. Pasukan pendudukan menyerang wanita di Kubah Al-Sakhra di Al-Aqsa bersamaan dengan serbuan pemukim Zionis.

Pasukan Israel menutup sekitar Jalan Al-Wad di Kota Tua Quds (Yerussalem), sementara 200 pemukim bersiap untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa.

Perdana Menteri Otoritas Palestina Muhammad Shtayyeh di Ramallah mengatakan bahwa pasukan Zionis bertindak brutal dan naik ke tahap kriminal karena  menyerang orang-orang tua, anak-anak kecil dan kaum wanita

Shtayyeh menegaskan bahwa agresi berulang kali ini harus dihentikan demi menjaga kesucian Masjid Al-Aqsa, sembari menegaskan bahwa “tempat itu hanya untuk Muslim”.

Dikutip kantor berita resmi Palestina, Wafa, Shtayyeh dalam pidatonya pada awal rapat pemerintah di Ramallah, Senin, mengapresiasi kutukan berbagai negara terhadap serangan brutal Israel belakangan ini terhadap Masjid Al-Aqsa dan jamaah yang ada di dalamnya.

Dia menyebut Israel tak peduli terhadap kecaman lisan dan tertulis yang bersifat pasif sehingga diperlukan tindakan baru terhadap rezim pendudukan Israel agar menghentikan serangan dan pelanggaran ini.

Shtayeh memastikan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas terus bergerak setiap hari dengan menghubungi para pemimpin dunia melalui telepon dan pesan demi menghentikan eskalasi Israel.

Shtayyeh juga memuji keteguhan orang-orang Palestina, terutama di Quds, dan perlawanan mereka terhadap sepak terjang Israel untuk menciptakan realitas baru di Masjid Al-Aqsha, termasuk upaya mereka untuk memaksakan pembagian waktu dan ruang di komplek Masjid Al-Aqsa. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Resistansi Palestina Bantah Gencatan Senjata dengan Israel

Berbagai Negara dan Organisasi Islam Kutuk Brutalitas Israel di Masjid Al-Aqsa

DISKUSI: