Wabah Covid-19, Banyak Orang di Turki Meyakini Teori Konspirasi

0
607

Ankara, LiputanIslam.com –   Sejak pandemi COVID-19 merebak banyak orang di Turki mempercayai apa yang disebut teori konspirasi di balik wabah ini. Mereka melampaui segmen terbatas, dan meluas ke tengah masyarakat, termasuk sekuler kanan dan kiri.

Ahli strategi Abdullah Ciftci mengatakan bahwa epidemi ini dirancang oleh “pikiran superior” untuk mengendalikan orang dan uang, serta untuk memperlancar transisi ke era digital.

Dia  yang berafiliasi dengan partai oposisi tengah-kiri, CHP, di CNN Turk dan Halk TV menyatakan bahwa penyebaran virus itu disengaja dengan tujuan antara lain menanamkan chip biometrik pada orang, karena “yang cara termudah untuk mencapai ini adalah dengan menyebarkan virus ”.

Teori konspirasi paling serius di Turki saat ini menyebutkan virus itu dibuat di laboratorium oleh pemerintah AS, untuk digunakan terhadap China yang sedang bangkit. Teori ini menghubungkan peristiwa saat ini dengan perang dagang yang sedang berlangsung antara Washington dan Beijing..

Pada 12 Maret lalu juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian, mengangkat teori konspirasi dengan menyatakan bahwa tentara AS telah membawa epidemi ke Wuhan.

Teori konspirasi ini menyebutkan bahwa para atlet AS yang berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Militer ke-7 yang diadakan di Wuhan pada Oktober 2019 telah membawa virus tersebut. Lijian juga mempromosikan artikel tentang topik ini yang diterbitkan oleh sebuah website teori konspirasi.

Sozcu, surat kabar terlaris anti-pemerintah sekuler Turki telah menerbitkan banyak cerita tentang pandemi ini.

Kolumnis Soner Yalcin, seorang penulis terkenal dengan lebih dari 1,6 juta pengikut Twitter, telah berulang kali membahas topik ini. Dalam sebuah artikel baru-baru ini, dia menjadikan cuitan-cuitan Lijian sebagai referensi.

Baca: [Editorial] Pentingnya Melacak Asal-Usul Covid-19

Yalcin menilai bahwa pernyataan Lijian mengkonfirmasi kesimpulan Yalcin sebelumnya, serta menyinggung kemungkinan kaitannya dengan teknologi 5G dan konflik perdagangan antara China dan AS. Dia menyebut mereka yang menuduhnya sebagai ahli teori konspirasi sebagai “virus-virus teori konspirasi”.

Baca: AS Siap Bantu Turki di Idlib, Asal Ankara Mau Lakukan Ini

Sementara itu, jumlah kasus kematian Turki akibat infeksi virus corona (COVID-19) pada hari Senin (6/4/2020) dilaporkan bertambah 75 sehingga total menjadi 649, sedangkan kasus-kasus baru dikonfirmasi bertambah sebanyak 3.148 sehingga total menjadi 30.217.

Hal tersebut dinyatakan Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca di Twitter sembari menyebutkan bahwa sebanyak 21.400 tes untuk penyakit COVID-19 telah dilakukan di Turki dalam 24 jam terakhir. (mm/mee/aljazeera)

DISKUSI: