[Editorial] Pentingnya Melacak Asal-Usul Covid-19

0
1518

LiputanIslam.com –Menghadapi pandemi Covid-19 ini, orang-orang kebanyakan hanya terfokus pada dua isu yang pragmatis: kesehatan dan ekonomi. Isu kesehatan diutamakan karena virus ini begitu mematikan. Angka kematian di seluruh dunia per tanggal 5 April 2020 sudah melewati angka 60.000 orang, dan di Indonesia mencapai 191 orang. Isu kesehatan menjadi hal yang utama, karena menyangkut nyawa manusia; nyawa diri kita sendiri dan nyawa orang-orang yang kita cintai. Pemerintah Indonesia sendiri telah menganggarkan dana lebih dari Rp 70 Trilyun.

Isu kedua adalah sektor ekonomi yang betul-betul mengalami kelesuan akibat adanya pembatasan aktivitas di luar rumah secara meluas. Sektor informal yang paling terpukul, khususnya mereka yang mengandalkan pendapatan dari aktivitas ekonomi sehari-hari. Masalah ekonomi ini pada ujung-ujungnya memang akan kembali kepada nyawa manusia. Jangan sampai mereka yang terisolasi di rumah dan tidak bisa bekerja itu akhirnya kelaparan. Untuk itu, pemerintah Indonesia menganggarkan dana yang cukup besar, lebih dari Rp 300 Trilyun, untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak secara ekonomi akibat wabah ini.

Sangat wajar jika kedua sektor ini mendapatkan prioritas perhatian. Total, pemerintah Indonesia menganggarkan dana lebih dari Rp 400 Trilyun. Belum lagi sejumlah pemda yang juga menganggarkan dan trilyunan rupiah untuk menanggulangi Covid-19 berikut dampak ekonominya. Hanya saja, mencukupkan diri pada tindakan pragmatis tentulah bukan sebuah langkah yang strategis dan bijak. Ada sisi lain lain yang bersifat politis-ideologis dan sangat penting untuk diungkap secara transparan seterang benderang mungkin, yaitu upaya untuk melacak asal-usul Covid-19 ini. Ini terutama dikaitkan denngan adanya indikasi kuat bahwa virus tersebut merupakan hasil rekayasa genetik manusia demi tujuan-tujuan politik kotor tertentu.

Indikasi ke arah sana cukup banyak dan jelas untuk ditelusuri lebih jauh. Soal perang dagang antara AS dan China, misalnya, yang membuat AS makin hari makin kewalahan untuk mempertahankan hegemoninya sebagai penguasa ekonomi dunia, karena makin dipepet oleh kekuatan raksasa ekonomi China. Kementerian Luar Negeri China sendiri sudah menyampaikan secara terbuka kecurigaan negaranya bahwa Covid-19 adalah salah satu jenis senjata biologis yang diproduksi AS. Iran juga menyampaikan kecurigaan yang sama, dan menyatakan sedang melakukan kajian investigatif. Faktanya, kedua negara yang sama-sama menjadi musuh utama AS itu (China dari sektor ekonomi dan Iran dari sektor politik), adalah negara-negara yang paling pertama terkena kasus Covid-19

Kemudian, indikator lainnya adalah sangat gencarnya propaganda para tokoh dunia, termasuk pemilik Microsoft, Bill Gates, soal pentingnya pengurangan jumlah penduduk dunia atau depopulation. Gates bahkan terlacak pernah menyebut nama virus Korona seara spesifik sebagai  langkah ampuh untuk mengurangi jumlah penduduk dunia. Hal itu sudah ia sampaikan beberapa tahun yang lalu.

Jika memang benar bahwa Covid-19 adalah rekayasa manusia, maka sangat penting untuk mengungkapkannya. Penting untuk memberikan pemahaman kepada dunia bahwa tindakan tersebut adalah kejahatan yang harus dikutuk dan pelakunya harus dihukum dengan seberat-beratnya. Hukum yang memberikan efek jera harus ditegakkan, supaya kelak, tak ada lagi seorang pun atau pihak manapun yang dengan seenaknya memproduksi penyakit dengan akibat yang sangat mengerikan seperti yang kita saksikan sekarang ini.

Tindakan merekayasa virus pada dasarnya adalah terorisme dalam bentuk lain yang mengorbankan kemanusiaan di banyak tempat di dunia, termasuk di negara tempat virus itu diproduksi. Persis seperti kelakuan AS dan negara-negara Barat yang menginisiasi dan mendanai kelompok teroris radikal, yang ternyata malah meneror warga negara mereka sendiri. (os/editorial/liputanislam)

DISKUSI: