[Video:] Serangan Berani Syahid Palestina Tewaskan 1 Tentara Israel dan Lukai 3 lainnya di Quds

0
197

Quds, LiputanIslam.com –  Otoritas Israel menyatakan satu orang Israel tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan pria Palestina anggota Hamas dengan menggunakan senjata api di Kota Lama Quds (Yerussalem) Timur pada Ahad (21/11). Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon memuji serangan ini.

Polisi Israel menjelaskan bahwa pada sekitar pukul 09.00 waktu setempat pria Palestina yang disebutnya “teroris” itu melepaskan tembakan yang menyebabkan dua orang sipil menderita luka parah dan dua polisi luka ringan.

Korespon AFP di lokasi peristiwa mengaku mendengar suara tembakan beruntun dan teriakan.

Beberapa lama kemudian Rumah Sakit Hadasa di Quds mengumumkan bahwa seorang pemuda pemukim baru yang berusia 25 tahun dan berasal dari Afrika Selatan tewas akibat luka yang diderita dalam peristiwa itu.

Pihak keluarga pemukim itu mengatakan bahwa korban tiba di Israel pada tahun 2016 dan bergabung dengan tentara Israel.

Serangan pejuang Palestina dengan menggunakan senjata api di Quds tergolong peristiwa langka, dan dalam peristiwa ini penyerang itu gugur ditembak pasukan Israel dan jenazahnya kemudian sempat dibiarkan tergeletak lama di atas tanah.

Menteri Keamanan Umum Israel Omer Barlev dalam sebuah pernyataan televisi menyebutkan bahwa penyerang adalah anggota Hamas berusia 42 tahun yang tinggal kawasan Shu’afat dan Quds Timur.

“Penyerang adalah anggota Hamas di sayap politiknya, bukan anggota sayap militernya, dan menurut gambar-gambar yang pada ada kami, tampak dia mengenakan galabiya besar atau menyamar dengan pakaian Yahudi,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Istrinya sudah pergi (dari Quds) tiga hari sebelumnya, dan anaknya pun juga di luar negeri, dan tampak bahwa penyerang sejak awal sudah bersikukuh (untuk menyerang) dan mengintai.”

Di pihak lain, Hamas di Jalur Gaza tidak secara langsung mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, namun menyatakan menyambut gembira operasi berani mati syahid yang dilakukan oleh Fadi Mahmoud Abu Shuhaidam, tokoh Hamas di Shu’fat.

Hamas menyebut operasi serangan oleh “putra Hamas” itu sebagai peringatan bagi musuh, Israel, bahwa kaum Zionis harus membayar mahal jika terus menerus melancarkan agresi dan kejahatan di Masjid Al-Aqsa, Salwan, Shekh Jarrah dan lain-lain di Quds.

Senada dengan ini, kelompok pejuang Hizbullah di Lebanon menyebut serangan itu sebagai aksi heorik, dan mengucapkan selamat kepada sesama mujahidin dan bangsa Palestina  atas keberhasilan operasi serangan itu.

“Operasi ini merupakan reaksi yang alami atas kejahatan yang berkelanjutan terhadap bangsa Palestina berupa pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, dan pembuldoseran tanah-tanah pertanian,” ungkap Hizbullah.

Hizbullah menambahkan, “Ini merupakan pesan kuat untuk Israel bahwa semua kejahatan dan operasi terornya tidak akan terbiarkan tanpa balasan. Operasi ini serta operasi-operasi heorik lain yang mendahuluinya maupun yang akan menyusulnya merupakan pembuktian secara operasional atas hidup dan tekad bangsa Palestina untuk terus melanjutkan jihad dan resistensi sampai terbebasnya tanah (Palestina) dan kesuciannya.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Inggris Kesankan Upaya Perjuangan Palestina Sebagai Tindak Kejahatan

Hizbullah dan Faksi-Faksi Pejuang Palestina Desak Inggris Cabut Keputusan Terorisasi Hamas

DISKUSI: