[Video:] Polisi Serang Prosesi Pemakaman Syahid Palestina, 70-an Orang Terluka

0
67

Quds, LiputanIslam.com Lebih dari 70 warga Palestina cedera terkena tembakan gas air mata dan peluru berlapis karet dari polisi Israel terhadap prosesi pemakaman Walid al-Sharif, pemuda Palestina yang gugur akibat luka dalam insiden yang terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa pada bulan lalu.

Ratusan pelayat pada hari Senin (16/5) mengikuti prosesi pemakaman al-Sharif yang dinyatakan gugur pada Sabtu lalu. Al-Sharif terluka di bagian kepala pada 22 April setelah polisi Israel menembakkan peluru berlapis karet ke warga Palestina di komplek Al-Aqsa.

Saksi Palestina dan keluarga al-Sharif mengatakan dia ditembak di bagian kepala dengan peluru berlapis karet, sementara otoritas Israel mengklaim dia meninggal karena luka akibat terjatuh ke tanah. Pejabat rumah sakit Israel menolak memberikan keterangan mengenai penyebab pasti kematiannya.

Video amatir serangan itu menunjukkan sekelompok besar warga Palestina melarikan diri dari arah tembakan berat Israel. Segera setelah satu tembakan, al-Sharif terlihat jatuh tertelungkup dan terbaring tak bergerak di tanah. Polisi Israel kemudian membawanya pergi.

Setelah mengalami koma, al-Sharif meninggal di rumah sakit. Jenazahnya dibawa oleh pihak berwenang Israel setelah kematiannya, hingga kemudian diserahkan kepada keluarganya pada hari Senin.

Para pelayat di pemakaman, yang beberapa di antaranya membawa bendera Palestina, mengusung jenazah al-Sharif untuk disalatkan di Masjid Al-Aqsa sebelum melanjutkan ke pemakaman di luar Kota Tua Quds (Yerusalem).

Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 71 warga Palestina terluka akibat peluru berlapis karet, granat kejut dan pemukulan setelah pasukan Israel menyerang prosesi pemakaman tersebut.

“Pasukan Israel menembakkan peluru berlapis karet ke ambulans yang membawa peti mati pemuda Palestina,” ungkap seorang saksi mata.

Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan bahwa polisi Israel menyerang pelayat, mencegah mereka membawa bendera Palestina, puluhan orang ditangkap oleh polisi Israel, dan 13 orang memerlukan rawat inap, dua di antaranya menderita cedera mata.

Polisi mengatakan enam petugas terluka dan 20 warga Palestina ditangkap, termasuk lima orang yang diduga melakukan percobaan tabrak lari.

Polisi Israel mengklaim pasukannya “bertindak tegas terhadap ratusan pelanggar hukum dan perusuh yang … mengambil tindakan kekerasan terhadap pasukan yang membahayakan hidup mereka”.

Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut polisi Israel melakukan “tindakan kejam dan barbar”, dan tidak akan ada perdamaian dan stabilitas di kawasan itu sampai pembentukan negara Palestina, dengan Quds Timur sebagai ibu kotanya.

Kementerian luar negeri Yordania juga mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya “tindakan tidak manusiawi” . (mm/aljazeera)

Baca juga:

Pertama Kali, Israel Simulasikan Serangan Besar terhadap Iran

Kapal Selam Rusia Tembakkan Rudal ke Jet Tempur Israel yang Serang Suriah

DISKUSI: