[Video:] Israel Bunuh Seorang Anggota Pejuang Arin Al-Usud, Faksi-Faksi Palestina Serukan Pembalasan

0
195

Nablus, LiputanIslam.com    Kelompok baru pejuang Palestina Arin Al-Usud (Sarang Singa) yang berbasis di wilayah pendudukan Tepi Barat, Ahad (23/10), mengumumkan Israel telah membunuh salah satu kadernya di Kota Tua Nablus, sehari setelah tiga tentara Israel terluka dalam konfrontasi dengan warga Palestina di kota Quds yang diduduki Israel.

Kelompok pejuang  yang terdiri dari para anggota berbagai faksi Palestina itu menjelaskan bahwa Israel membunuh pemuda Tamer Al-Kilani dengan alat peledak yang dipasang di sepeda motor, ketika dia melewati lingkungan Al-Yasmina di kota tua Nablus, Tepi Barat.

Kelompok itu menyebutkan bahwa rekaman video kamera CCTV memperlihatkan alat peledak high eksplossive dipasang pada sepeda motor kemudian diledakkan ketika Al-Kilani melintas.

Gerakan Fatah berduka cita dan mengumumkan belasungkawa di Nablus atas gugurnya al-Kilani.

Dalam peristiwa lain, seorang pemukim Zionis terluka parah akibat ditikam di Quds (Yerussalem). Koresponden Al-Jazeera mengatakan bahwa pasukan Zionis Israel menembak seorang anak pria yang dicurigai sebagai pelaku penikaman.

Pasukan pendudukan itu juga menangkap seorang pria Palestina yang mereka sebut sebagai “ayah pelaku” di Quds, setelah mereka menggerebek rumahnya di timur kota ini.

Sementara itu, faksi-faksi Palestina pada hari itu menyerukan eskalasi perlawanan terhadap Israel di Tepi Barat, sebagai tanggapan atas eskalasi pembunuhan Israel terhadap orang Palestina.

Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) dalam sebuah pernyataan menyebutkan, “Al-Kilani berasal dari barisan PFLP sejak awal, dan dia adalah seorang tahanan yang dibebaskan setelah delapan tahun mendekam di penjara rezim pendudukan atas tuduhan terhubung dengan sayap militer PFLP.”

Faksi ini menegaskan, “Pembunuhan al-Kilani tak kan dapat menghentikan gelombang revolusi, dan reaksi terhadapnya akan dilakukan melalui eskalasi lebih lanjut resistensi dan konfrontasi terhadap rezim pendudukan di semua lini dan poros.”

Hamas mengutuk pembunuhan itu dengan menegaskan, “Kejahatan membunuh al-Kilani tidak akan dibiarkan begitu saja. Darah syuhada tidak akan sia-sia, dan bangsa (Palestina) ini akan melanjutkan jalan resistensi.”

Hamas menyerukan kepada rakyat Palestina di Tepi Barat untuk “meningkatkan perlawanan dan membalas darah al-Kilani dan para syuhada lainnya.”

Senada dengan  ini, faksi Jihad Islam Palestina (PIJ) menyatakan, “Pembunuhan itu mengingatkan peran al-Kilani yang pemberani dan rekan-rekannya di Arin Al-Usud, yang telah menjadi mimpi buruk bagi musuh. Pembunuhan orang Palestina tidak akan dibiarkan begitu saja.”

PIJ menambahkan, “Kejahatan ini tidak akan mempengaruhi tekad para pejuang, api akan meningkat dan tidak akan berhenti di hadapan tentara pendudukan dan pemukim.”

Front Demokrasi untuk Pembebasan Palestina (DFLP) juga turut angkat suara menyerukan eskalasi perlawanan terhadap “kejahatan fasis rezim pendudukan”. Menurut faksi ini, pembunuhan yang dilakukan secara licik oleh Israel itu menunjukkan “kegagalan dan ketakutan” Rezim Zonis.

DFLP menyerukanreaksi atas kejahatan itu dengan “meningkatkan perlawanan rakyat dalam semua bentuk yang tersedia di semua bidang dan menimpakan kerugian materi pada tentara pendudukan dan pemukimnya untuk memaksa mereka meninggalkan tanah Palestina.”

Kota Nablus dan kamp-kamp pengungsinya sudah 13 hari diblokir secara ketat oleh tentara Israel sejak seorang anggota terbunuh di tangan seorang pejuang Palestina. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Untuk Kesekian Kali, Pangkalan Militer Israel Kebobolan Lagi

Pasukan Israel Bunuh Satu Remaja Palestina dan Lukai Tiga Lainnya

DISKUSI: