[Video:] Hari Ke-3 Latihan Perang, Pasukan Iran Operasikan Tank Canggih Karrar untuk Pertama Kalinya

0
467

Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melanjutkan latihan perangnya yang bersandi “Nabi Besar ke-17” , Rabu (22/12.

Pada hari ketiga latihan perang itu mereka mengoperasikan tank-tank jenis Karrar buatan dalam negeri, sementara pesawat-pesawat nirawak menggempur target-targetnya dengan akurasi tinggi.

Peluncuran rudal, penghancuran target oleh drone, dan pengoperasian senjata-senjata baru mewarnai hari ketiga latihan perang bersama IRGC bersandi “Nabi Besar ke-17” yang berlangsung di selatan negara ini.

Pada tahap manuver ini, drone  Muhajir-6 milik Angkatan Darat (AD) IRGC menggempur dan menghancurkan target tetap dan bergerak dari musuh artifisial dengan bom pintar dan berpresisi tinggi.

Selain itu, drone kamikaze yang baru-baru ini bergabung dengan armada pesawat melakukan penerbangan di angkasa area manuver dan kemudian menggempur dan menghancurkan target yang ditentukan.

Komandan AD IRGC, Brigjen Muhammad Pakpour, menyatakan bahwa doktrin taktis telah diperbarui secara proporsional dengan ancaman baru, dan bahwa drone ofensif dan tempur Garda Revolusi mampu menghancurkan target apa pun.

Manuver ini  juga diwarnai pengoperasian tank Iran Karrar untuk pertama kalinya. Tank Karrar merupakan model upgrade tank T-72M buatan Uni Soviet, dan telah dilengkapi dengan penutup khusus untuk melawan gelombang termal serta dapat disembunyikan di depan detektor termal dan dilengkapi dengan sistem GPS.

Tank Karrar juga memiliki sistem baru yang dapat membelokkan peluru anti-baja dengan mengganggu sistem pemandunya sebelum mencapai tank ini.

Menurut Pakpour, senjata artileri pada tank ini dapat menembak secara akurat di malam hari dan memiliki jangkauan hingga tiga kilometer.

IRGC menjalankan misi pertahanan yang menentukan di pantai dan pulau-pulau. Mereka menerapkan skenario ofensif dan defensif potensial menggunakan senjata baru, peralatan dan taktik modern. Semua itu dimulai dengan pemantauan intelijen terhadap posisi musuh artifisial, melakukan operasi kontra-pendaratan, pertahanan pulau berlapis-lapis dan pertahanan udara untuk melawan jet tempur musuh.

Brigjen Ashari, komandan operasi Angkatan Darat IRGC mengatakan, “Kami menggunakan teknik yang mengandalkan kekuatan yang terorganisir dan dipersiapkan dengan baik, mengarahkan serangan terorganisir dari permukaan air, dan menyerang target musuh yang mengapung.”

Dalam manuver ini, unit pertahanan udara AD IRGC menghancurkan drone musuh artfisial di angkasa area manuver. Serangan itu berfungsi memberikan perlindungan pada ketinggian rendah bagi pasukan yang berpartisipasi dalam manuver, menggunakan sistem artileri dan rudal panggul. (mm/alalam/fna)

Baca juga:

[Video:] Latihan Perang, Pasukan IRGC Iran Sukses Uji Coba Rudal Balistik

Dubes Iran untuk Yaman Wafat, Bangsa Yaman Ikut Berduka, Saudi Disalahkan

DISKUSI: